"Tangis
adalah ungkapan senandung kepedihanku,
ku yang memang tak selalu berdiri hanya untuk sekedar tersenyum.
Terkadang kebaikan hanya terlihat sebagai hiasan,
dari cacian yang mulai terungkapkan dari seorang yang ku sebut kawan.
Ini bukan lantunan dendam dariku yang nampak nista,
ku yang memang tak selalu berdiri hanya untuk sekedar tersenyum.
Terkadang kebaikan hanya terlihat sebagai hiasan,
dari cacian yang mulai terungkapkan dari seorang yang ku sebut kawan.
Ini bukan lantunan dendam dariku yang nampak nista,
tapi adalah sebuah gambaran tangis yang
menjadi sketsa.
Tawa pun menjadi buram,
dan aku menangis perlahan hanya bisa terdiam."
Tawa pun menjadi buram,
dan aku menangis perlahan hanya bisa terdiam."



Tidak ada komentar:
Posting Komentar