LIKE US
Rabu, 22 Januari 2014
Senin, 20 Januari 2014
PUISI : PAYAH (PEMIMPIN)
Kenyataan hidup begitu payah
demi mengejar kisah
dan Tuhan dilupakan begitu saja
itulah para pemimpin bak raja
berteriak lantang
yang lemah ditendang
entah itu siapa
bahkan keluarganya sendiri demi dunia fana
demi mengejar kisah
dan Tuhan dilupakan begitu saja
itulah para pemimpin bak raja
berteriak lantang
yang lemah ditendang
entah itu siapa
bahkan keluarganya sendiri demi dunia fana
Pemimpin terus berulah
semakin terlihat payah
yang lemah tetaplah dibawah
dan pemimpin terus menendang tanpa memilah
kecuali mereka yang berpihak padanya
menjadi mudah dalam setiap perkara
2014
semakin terlihat payah
yang lemah tetaplah dibawah
dan pemimpin terus menendang tanpa memilah
kecuali mereka yang berpihak padanya
menjadi mudah dalam setiap perkara
2014
Jumat, 17 Januari 2014
PUISI : ANTARA AKU, ANTARA KAMU (DIAKHIRI DENGAN SEBUAH TULISAN)
Oleh : Agit (Agus Giantoro)
Di jemari yang lentik
ada gemercik
sedikit amarah meletup
namun kini redup
oleh senyummu
oleh sapa lembutmu
tak ada maksud untuk
memakimu, gadis lembut
Itulah sekilas cerita hari Jumat
yang tak lengkap
bila tak diakhiri dengan sebuah tulisan
sebagai ungkapan
yang mungkin akan menjadi bagian kenangan
antara aku
antara kamu
terukir indah
dalam kisah
meski tak saling memiliki
karena kita bukan sepasang merpati
Banjarharja - Kalipucang, 17 Januari 2014
Di jemari yang lentik
ada gemercik
sedikit amarah meletup
namun kini redup
oleh senyummu
oleh sapa lembutmu
tak ada maksud untuk
memakimu, gadis lembut
Itulah sekilas cerita hari Jumat
yang tak lengkap
bila tak diakhiri dengan sebuah tulisan
sebagai ungkapan
yang mungkin akan menjadi bagian kenangan
antara aku
antara kamu
terukir indah
dalam kisah
meski tak saling memiliki
karena kita bukan sepasang merpati
Banjarharja - Kalipucang, 17 Januari 2014
Kamis, 16 Januari 2014
Rabu, 15 Januari 2014
Sabtu, 11 Januari 2014
PUISI : KELU
Oleh : Agit (Agus Giantoro)
Hujan turun dengan derasnya
menyapu debu dan langkahku yang penuh luka
di sini tertulislah satu kisah yang kedinginan
tanpa selimut membeku di satu sudut ruang
hanya bisa terpaku
dan kelu
Pangandaran, 12 Januari 2014
Hujan turun dengan derasnya
menyapu debu dan langkahku yang penuh luka
di sini tertulislah satu kisah yang kedinginan
tanpa selimut membeku di satu sudut ruang
hanya bisa terpaku
dan kelu
Pangandaran, 12 Januari 2014
PUISI : TAK MAMPU, SAAT
Tak mampu aku berlari
saat deraian air mata dan cacian
melanda sanubari
hingga langkahku terhapus dan kelu
hingga surya tak tersenyum
tertutup awan di musim kelabu
hanya nyanyian hujan yang mampu menghiburku
Tak mampu aku berjalan
menapaki semua misteri kehidupan
saat deraian air mata dan cacian
melanda sanubari
hingga malam menjadi semakin dingin
karena rembulan seolah tak tega melihatku
dan bersembunyi di satu awan hitam itu
hanya sentuhan bintang yang mampu menghiburku
Pangandaran, 12 januari 2014
saat deraian air mata dan cacian
melanda sanubari
hingga langkahku terhapus dan kelu
hingga surya tak tersenyum
tertutup awan di musim kelabu
hanya nyanyian hujan yang mampu menghiburku
Tak mampu aku berjalan
menapaki semua misteri kehidupan
saat deraian air mata dan cacian
melanda sanubari
hingga malam menjadi semakin dingin
karena rembulan seolah tak tega melihatku
dan bersembunyi di satu awan hitam itu
hanya sentuhan bintang yang mampu menghiburku
Pangandaran, 12 januari 2014
PUISI : SEKILAS DI PERSINGGAHAN (Rumah Adi Purwanto)
| Foto : gagakasep.blogspot.com |
Oleh : Agit (Agus Giantoro)
Akhirnya bersandar di satu waktu
bersama peluh dengan sajian segelas kopi darimu
ku rebahkan raga sementara yang lelah ini
untuk sekedar tersenyum dan tertawa di balik tangis
dan terlihat surya terpejam
dan awan mulai menghitam
Adzan pun berkumandang
dan aku pun pamit untuk pulang
Babakan - Pangandaran, 10 januari 2014
Akhirnya bersandar di satu waktu
bersama peluh dengan sajian segelas kopi darimu
ku rebahkan raga sementara yang lelah ini
untuk sekedar tersenyum dan tertawa di balik tangis
dan terlihat surya terpejam
dan awan mulai menghitam
Adzan pun berkumandang
dan aku pun pamit untuk pulang
Babakan - Pangandaran, 10 januari 2014
Rabu, 08 Januari 2014
PUISI : PASCA SURYA MENYENGAT
| Foto Ilustrasi : mariberbagi31.blogspot.com |
Oleh : Agit (Agus Giantoro)
Akhirnya hujan menjadi penyejuk
pasca surya menyengat tubuh kurusku
dan senja mulai menjemput lelahku
malam pun mengusap peluhku
Bintang tak mampu berkedip
dan awan menjadi selimut malam
ku baringkan letih
untuk esok menjemput surya kembali
merasakan hangatnya
merasakan teriknya
Pangandaran, 8 Januari 2014
Selasa, 07 Januari 2014
PUISI : KITA INGIN KEHIDUPAN, BUKAN DILUPAKAN (KISAH TIGA PEJUANG BUDAYA)
Kita adalah mimpi yang terlupa
kita adalah pejuang yang terluka
oleh ganasnya ambisi para pelupa
dan belati telah membuat kita berdarah karena ulah para peluka
Senyum hanya sebagai penutup luka
yang menganga penuh darah
budaya menjadi pelipur lara
dan ikat ini menjadi saksi kisah
Lihat sang iri hati menjelma
karena kita mulai tegak
di atas perihnya kehidupan yang dulu tersingkir
kini kita berlari dengan sedikit menyalak
Bukan karena angkuh
bukan karena marah
tapi kita ingin kehidupan
bukan dilupakan
Pantai Barat Pangandaran, 7 Januari 2014
kita adalah pejuang yang terluka
oleh ganasnya ambisi para pelupa
dan belati telah membuat kita berdarah karena ulah para peluka
Senyum hanya sebagai penutup luka
yang menganga penuh darah
budaya menjadi pelipur lara
dan ikat ini menjadi saksi kisah
Lihat sang iri hati menjelma
karena kita mulai tegak
di atas perihnya kehidupan yang dulu tersingkir
kini kita berlari dengan sedikit menyalak
Bukan karena angkuh
bukan karena marah
tapi kita ingin kehidupan
bukan dilupakan
Pantai Barat Pangandaran, 7 Januari 2014
Jumat, 03 Januari 2014
PUISI : BAGIAN MEMORI (COBA KAU TULIS)
Coba tulis apa yang kau risaukan
dengan sedikit darah yang mengucur dari pedihmu
dari pahitnya kehidupan
hingga kau dapat tenangkan jiwamu
yang bergetar penuh peluh
dengan sedikit darah yang mengucur dari pedihmu
dari pahitnya kehidupan
hingga kau dapat tenangkan jiwamu
yang bergetar penuh peluh
Aku tidak akan menghapusmu
barang sedikitpun
walau tubuhku ini terkelupas oleh penamu
akan ku jadikan prasasti dan memahatkannya untukmu
Jangan pernah bosan untuk membacanya
ini akan menjadi bagian memori kita
di akhir kelak
di saat tubuh ini berakhir berjingkrak
Pangandaran, 3 Januari 2014
barang sedikitpun
walau tubuhku ini terkelupas oleh penamu
akan ku jadikan prasasti dan memahatkannya untukmu
Jangan pernah bosan untuk membacanya
ini akan menjadi bagian memori kita
di akhir kelak
di saat tubuh ini berakhir berjingkrak
Pangandaran, 3 Januari 2014
Langganan:
Postingan (Atom)
Menerima pesanan catering untuk hajatan, ultah & lain-lain
Alamat : Jalan Pengadilan Lama No. 30 Pantai Timur Pangandaran (Depan SDN 6 Pangandaran)
Telp/SMS : 0265 - 630 480, 0857 9303 0206, 0821 1894 3556
*Khusus untuk travel menyajikan paket hemat 3x makan Rp. 50.000 / orang. Breakfast makan Khas Sunda & Dinner makan Seafood.





