LIKE US

Senin, 31 Desember 2012

PUISI : DARI MASA LALU MENUJU MASA KINI (2012-2013)

Oleh : Agit (Agus Giantoro)

Walau surya masih berkumandang di tanggal terakhir, bulan terakhir dan tahun terakhir
nampak wajah-wajah sumringah bertutur di perjalanan menuju malam
meniupkan budaya terompet dalam hilir mesin berdesir
mereka menabuh genderang menghapus hitam

Dari masa lalu yang terus bergulir menuju masa kini
mereka menulis asa di pasir pantai Pangandaran
bersama buih ombak menepi
menggapai mimpi dalam doa menyulam balutan

Seakan mereka terpuaskan membuang waktu hanya untuk pesta kembang api
bersama keluarga, kawan atau sang kekasih
mereka datang dari segala penjuru dan etnis
bersatu dalam tujuan yang sama persis

satu persatu mereka berjabat tangan
dan mengucapkan :
"SELAMAT TAHUN BARU 2013"

Pangandaran, 31 Desember 2012 - 1 Januari 2013

Minggu, 30 Desember 2012

PUISI : AKU, MOTOR TUA DAN ORANG GILA

Dentingan waktu berlalu
bersama terik surya yang menyengat diikuti bahananya
aku terus saja terpaku
seakan pasrah oleh celotehannya

Kadang ku acuh dan sekilas ku toleh motor tua itu
yang setia dengan hari-hariku
menjadi saksi bisu
semua aktivitas tanpa henti menderu

Sementara orang gila terus saja melontar
terus saja berkoar
semangat dengan lawakan lamanya
seakan-akan mau meledak dengan bisingnya

Aku hanya bisa iya dan mengiyakan
sementara dia terus saja berkicau bagai vokalis band terkenal saja
dan aku layaknya penabuh musik hanya mampu berbisik ria
sementara motor tua sebagai penontonnya

Pangandaran, 30 Desember 2012

Sabtu, 29 Desember 2012

PUISI : HUJAN MENGHAPUS DEBU

Kelabu mengundang hujan di langit Pangandaran,
meredupkan sang raja malam dan pasukannya.
Kilat diikuti gemuruh petir pun tertawa seakan,
menghapus debu dalam pijakan makhluk-makhlukNya.

Pangandaran, 29 Desember 2012

PUISI : TUNJUKKAN PADAKU TUHAN (KISAH YANG LAINNYA)

Oleh : Agit (Agus Giantoro)

Waktu nampaknya belum memihakku
dalam satu warna kehidupanku
ku hanya bisa berkeluh kesah tanpa arah
karena asaku telah menyerah
Ini nyanyian laraku melebur bersama dentingan jam yang berlalu
Tuhan jika kau mendengar tunjukkan padaku warna yang cerah
agar aku tetap bisa berjalan dari buramnya roda kehidupan di masa lalu.

Pangandaran, 29 Desember 2012

PUISI : TELAH LAMA MATI

Kembali terulang cerita usang,
tentang masa kelam yang terlewati.
Daku balut hitam dalam kisah lama disela malam tak berbintang,
menggaris bawahi resapi dalam senyum intropeksi diri.

Hati yang telah lama mati,
daku biasi dengan mendekatkan diri kepada Ilahi.
Karena memaki nasib memang tercela,
daku hanya mencoba qanaah dengan takdirNya.

Pangandaran, 28 Desember 2012

Jumat, 28 Desember 2012

PUISI : MALAM MENDEFINISIKAN MENDUNG

Malam mendefinisikan mendung secara intens di sore nan penuh keresahan,
meredupkan bias rembulan tanpa suara hati.
Tersiratkan kelabu dalam goresan,
Aku pun hanya terpatri.

Pangandaran, 27 Desember 2012

PUISI : CATATAN KECIL AGIT

Ini hanya sekedar catatan kecilku,
nan ku tulis sebagai pembelajaran hidup dimasa lalu.
Untuk sebuah resolusi tahun baru,
mengejar mimpi untuk menyambung hidupku.
Doa nan terus ku panjatkan ke hadiratNya,
disela-sela perjalanan panjang tersurat.
Perjuangan memang belum sirna,
akan terus berlari menulisi nan tersirat.

Pangandaran, 18 Desember 2012

Kamis, 27 Desember 2012

PUISI : SENJA, MEMBENTUK MALAM TANPA BINTANG

Senja ku lewatkan bersama kawan diikuti bias nan meredup di sana,
nampak jingga mulai mewarnai langit berselimutkan awan kelabu buana.
Aku mulai menapaki waktu nan melebur membentuk malam tanpa bintang,
dan aku pun mulai berpamitan kepada kawan untuk beranjak pulang ke singgasana ruang.

Pangandaran, 26 Desember 2012

Rabu, 26 Desember 2012

PUISI : DI BALIK TAWA PEMILIK HARTA (Inspirasi dari Catatan Si Olga - ANTV)

Oleh : Agit (Agus Giantoro)

Di balik tawa para pemilik harta,
masih banyak berjuta bahkan mungkin miliaran tangisan di luar sana.
Kesederhanaan para sang pemimpi yang berjuang menyambung nyawa,
meronta mencoba meraba bias di balik gulita.

Pangandaran, 26 Desember 2012

PUISI : AKU DAN SEKILAS KAWAN (SENJA)

Senja mulai berkumandang di langit Pantai Barat Pangandaran,
aku dan sekilas kawan mulai berdendangkan pasir pasca duduk di singgasana kayu.
Aku teguk demi teguk segelas air susu coklat sembari merapihkan siang,
tampak awan hitam menjulang tanda hujan akan menyapa bumiku.

Pangandaran, 25 Desember 2012

Senin, 24 Desember 2012

PUISI : PAGI TERBANGUN PUISI

Pagi di peraduan seakan terbangun oleh puisi
yang membentuk hati
dan teringat akan sebuah sepi

Ku terjang mimpi
ke tempuh dingin
ku tabrak angin
dan ku berjalan melintasi peraduan sunyi

Tanpa sadar
ku berjalan
menyusuri hasrat
yang seakan terbawa dari asa

Ku terjang sepi kembali
dipagi yang nampak dingin menyelimuti

Pangandaran, 2004

PUISI : KERESAHANKU

Oleh : Agit (Agus Giantoro)

Akhirnya kata-kata yang aku takutkan
mulai berbicara di dalam surat cinta
hingga membuat resah

 dan membuat kepanikan menyerang
 
Kata-kata itu bicara
dan membuatku ketakutan
berbondong-bondong menghajarku

Inginku mengatakan pergi, jauhlah dari pandangan
namun aku tak bisa....

Kampus MTsN Pangandaran, 2004

PUISI : MENDEFINISIKAN MALAM

Oleh : Agit (Agus Giantoro)

Hanya sang rembulan yang mampu mendefinisikan malam,
dengan para pasukan bintang meredam,
semua kalutku dalam senyapnya malam,
aku pun mulai menimbun tubuhku di atas peraduan dengan selimut kusam.

Pangandaran, 23 Desember 2012

Luka Ini

Natal Untuknya (To : Rita)

Sabtu, 22 Desember 2012

PUISI : IBU KASIH SEPANJANG ZAMAN

"Ibu dalam kasih sepanjang zaman,
tak ternilai jasanya sungguh mulia.
Maafkan ibu atas segala kekhilafan,
atas semua kesalahan anakmu yang nista."



Pangandaran, 22 Desember 2012

PUISI : STATUS PUITIS (Inspirasi Dari Jordi Priatna)

Statusmu begitu puitis,
hingga membuat para pembaca tersenyum manis.
Tetap berkarya untuk menghibur sekaligus menginspirasi,
ku anggap sebuah dedikasi yang menyentuh hati,

bukan sensasi tapi adalah prestasi.
Dari sekedar luapan hati,
sungguh karyamu begitu memotivasi,
aku seorang manusia yang nista sungguh begitu teramat menyukai,
semoga karyamu tetap terbit jordi,
untuk para penghibur sebagai pelipur lara yang menggerogoti.


Pangandaran, 22 Desember 2012

PUISI : SENANDUNG KEPEDIHAN (BUKAN LANTUNAN DENDAM)

"Tangis adalah ungkapan senandung kepedihanku,
ku yang memang tak selalu berdiri hanya untuk sekedar tersenyum.
Terkadang kebaikan hanya terlihat sebagai hiasan,
dari cacian yang mulai terungkapkan dari seorang yang ku sebut kawan.
Ini bukan lantunan dendam dariku yang nampak nista,
tapi adalah sebuah gambaran tangis yang menjadi sketsa.
Tawa pun menjadi buram,
dan aku menangis perlahan hanya bisa terdiam."

Pangandaran, 21 Desember 2012

Jumat, 21 Desember 2012

PUISI : AKU MANUSIA BIASA DI AKHIR ZAMAN

Oleh : Agit (Agus Giantoro)

Terima kasih atas cacian yang kau lontarkan,
meski terlalu perih akan ku coba telan.
Dari senyum yang mengembang bak kisah Ariel Noah,
kisahku juga tak sempurna kadang terselip payah.
 
Manusia adalah tempat salah, hanya Tuhan yang sempurna telak,
ku hanya bisa mencoba untuk sesempurna mungkin, walau aku nista dimata sisi hebatmu di sana.
Silahkan terus menggali sisi hitamku,
yang jelas aku tetaplah aku, yang memiliki mimpi bukan mencari sensasi.

Senyumku bukan menunjukkan kehebatanku, tapi hanya untuk sekedar berbagi,
dan jangan paksakan pemikiran manusia yang tak pernah sama.
Manusia diciptakan untuk saling melengkapi, baik dari sisi kekurangan dan kelebihan,
yang jelas Rasul saja pernah melakukan kesalahan apalagi aku hanya manusia biasa di akhir zaman.

Pangandaran, 21 Desember 2012

Rabu, 19 Desember 2012

PUISI : CATATAN HITAM PUTIH 4

Banyak kata yang belum tersirat dari sekedar menggoreskan kisah
bak ayat-ayat cinta dalam tinta melebur kemana melangkah
aku yang terus saja nyanyikan rasa sempat memudar
di balik senyum yang menangis tepar

Kisah ini nampak pilu walau mencoba cerah

bak surya yang tersenyum indah
tertutup mendung awan kelabu
hanya bisa meredup di atas langit biru

Catatan Hitam Putih ini hanya sebuah cermin diri

dari sebuah mimpi yang terus berlari
ku terus berusaha untuk menggapainya kini
mungkin sampai nanti

Pangandaran, 19 Desember 2012

Selasa, 18 Desember 2012

PUISI : SANG PELUAP RASA (AGIT)

Oleh : Agit (Agus Giantoro)

Aku memang tak sepiawai Kahlil Gibran dalam merangkai kata,
aku pun tak sepiawai Ariel Noah dalam mengolah syair cinta,
aku hanyalah aku yang apa adanya,
sang peluap rasa dari Pangandaran via goresan tinta.

Pangandaran, 18 Desember 2012.

PUISI : KAU TETAPLAH KAU (MENDAMBAMU)

Kau seperti mentari yang menari
menari di langit sana
menghangatkan hatiku nan dingin

Kau seperti bunga mekar di taman sorgawi

seperti langit nan biru
menyejukkan hatiku nan gerah

Kau seperti purnama malam

nan ditemani bintang
menghiasi langit nan gelap
dimalam nan semakin pekat

Tetapi kau tetaplah kau

nan tak pernah usang
dimakan waktu
tahukah kau?
aku selalu mendambamu
 
Pangandaran, 2004

Kisahku Diam Seribu Bahasa

PUISI : LUAPAN RASA UNTUK NOAH

Bukan kehebatan yang aku suka dari sekedar kesuksesan Noah,
bukan pula ketampanan sang vokalis karena aku bukan pecinta sesama jenis aku normal mencintai wanita.
Yang aku kagumi adalah karya-karyanya yang inspiratif dan memotivasiku tetap berkarya dan tengadah,
meski ku tersadar ku hanya sang penyair amatir yang tak bermakna.
Tetapi ada perasaan tersendiri aku bisa berbagi juga menginspirasi para pembaca.
Mungkin hanya ini yang bisa ku ungkapkan untuk sekedar menggores luapan rasa.

Pangandaran, 18 Desember 2012

Senin, 17 Desember 2012

PUISI : BARISAN PUISI YANG MASIH KU KETIK


Aku masih belum bisa beranjak dari layar komputer ini,
karena barisan puisi ini masih ku ketik,

hanya untuk sekedar meluapkan hati.
yang terus saja berbisik tak henti.
Entah sampai kapan ku tulisi kisah peluh ini,
mungkin sampai mati atau mungkin sampai jam tak berdetik.
Sungguh bisikan hati masih menggelitik,
menghasutku untuk tetap tertegun di layar komputer ini.
 
Pangandaran, 17 Desember 2012

PUISI : LANTUNAN KISAH YANG MANIS (Inspirasi dari Vivit PahLa Utamiee)

Jadikan perpisahan menjadi sebuah kenangan yang indah,
dengan senandung cinta yang mewah.
Yaitu dengan penampilan sesempurna mungkin,
dan perpisahan itu akan menjadi lantunan kisah yang manis di suatu saat nanti.

Catatlah sebagai sebuah tulisan dalam kemasan hati,

simpan sebelum semuanya benar-benar pergi.
Ukirlah seindah mungkin di buana,
kelak semuanya akan menjadi cerita tersendiri di masa tua.

Pangandaran, 17 Desember 2012

Masa Belakang

PUISI : SEKILAS TANGISAN

By : Catatan Hitam Putih - Agit Wong

Minggu, 16 Desember 2012

PUISI : KISAH YANG TERSENYUM


Dan terbentuklah kisah yang tersenyum
di balik redupnya mentari yang merenung
akan suatu cerita tentang kita dan suratan
sempat mendung menjadi butiran hujan

Sebentuk pelangi menghias pasca deraian

dingin yang menusuk pun mulai berpamitan
kini berganti cinta yang hangat meresap
bersama waktu yang terus berasap

Akan senyum yang mengembang mulai menjadi hiasan

walau akan diselipi tangis yang menghujan
ku tetap nyanyikan tentang asa
yang mungkin kan ku jalani sampai binasa
Pangandaran, 16 Desember 2012

Sabtu, 15 Desember 2012

PUISI : AIR MATA YANG KAU TANYA (Inspirasi dari Aprill Aryana)

Air mata yang kau tanya adalah ungkapan luapan kesedihan atau mungkin haru,
tetapi tentang tanya yang kau bicarakan mungkin hanya bisa terjawab oleh dirimu sendiri disitu.
Aku hanya bisa berpena untuk bertutur makna,
jangan tangisi orang yang memang telah menyia-nyiakanmu disana.
Karena tangismu hanya akan membuat lara semakin menjadi,

lebih baik usap air matamu untuk senyum ketegaran hati.
Pangandaran, 16 Desember 2012

Goresan Sahabat Noah Pangandaran

By : Catatan Hitam Putih - Agit Wong

Aku Sayang Kamu

Sabtu, 08 Desember 2012

PUISI : DARI TANYA YANG TAK KAU PERTANGGUNGJAWABKAN (?)

Cukup sudah apa yang kau nyanyikan
tentang lara yang menjelma sebagai manusia
Kisahmu hanya mengusung deritaku
di perjalanan yang memang masih terlalu panjang ini
untukku yang akan bertuju
pada satu tumpuan yang tersirat Illahi

Kau membunuh senyumku dan tawaku

dari tanya yang tak kau pertanggungjawabkan
kau mengubar peluhku menjadi debu
sehingga membuatku memendam kekecewaan

Marah bukan sifatku tapi ini hanya bagian definisi

yang ku tulis di secarik kekesalan
tentangmu yang telah membuatku terpatri
akhirnya ku tersungkur dalam redam

Pangandaran, 8 Desember 2012

Jumat, 07 Desember 2012

Membungkam Senyumku, Meredupkanku Tawaku

Rinduku PadaMu

PUISI : WALAU TAK SEDENGUNG MEREKA


Ini hati tentang tangis
dari para seniman
yang menginspirasi,
meski tak seindah mereka
mungkin juga
kan terbuang jauh
karena usang.

Tapi ini hati

menggores sebuah,
untuk mereka
yang telah berbuah,
dari hidup meski telah mati
namun kan abadi.

Meski hanya sedikit

tapi bermakna,
"WALAU TAK SEDENGUNG MEREKA"
tapi ini buat mereka

Terimalah sajak saya

untuk perpisahan kalian
dalam baka,
semoga kalian mendapat
tempat yang layak di sana.....
 
Pangandaran, 14 Agustus 2004
 

Kamis, 06 Desember 2012

Ini Hanya Sebuah Ungkapan Hati

PUISI : KEAJAIBAN MIMPI TADI MALAM

Ku syukuri nikmat pagi ini
dengan segala rasa dihatiku
menyambut embunMu yang sejuk
dan hujan kecil hari ini
 
Ku syukuri nikmat pagi ini
dengan Hamdallah kepadaMu
karena Engkau bangunkanku dengan senyum
dan hujan yang selama ini dinanti

Ya itulah hari ini

dengan segala keajaiban mimpi tadi malam
tentang hujanMu ya Tuhan
kini jadi kenyataan
berkat doa yang Engkau kabulkan
 
Pangandaran, 23 Juli 2008

Rabu, 05 Desember 2012

PUISI : MASA-MASA LELAH TERSUDUT SEPI

Begitu banyak hal yang sudah terlewati,
masa-masa lelah tersudut sepi,
di balik denting jam yang berlari,
di sudut ruang yang menjadi saksi bisu hari-hariku ini,
ku rebahkan sebagai tanda istirahatkan diri,
walau harus ku kuliti satu demi satu kisahku ini,
di depan layar komputer sembari ku teguk demi teguk nyanyian hati,
dalam kisah perjuangan hidupku yang belum berhenti,
mencari seonggok kebahagiaan di dunia yang fana ini.
 
Ketapang.net - Pangandaran, 5 Desember 2012

PUISI : A (MENUNGGUMU)

Seperti mati jiwaku tanpamu
lelah berharap sirnakan senyumku
andai kau tak jauh di sana
pastiku bawakan sekuntum bunga
 
Manjamu ku rindu
walau lelah ku menunggumu
dihati yang tiada kan henti
untuk menanti dirimu
mungkin sampai kau tertidur dipangkuanku

Kan ku bawa kau ke duniaku

di balik putih yang tampak biru
di sana surya terpaku menunggu

Andai tiada perpisahan dimasa itu

mungkin kan ku petik satu warna
yang kan menghiasi hatimu
hingga memancarkan hangat kasihmu

Tiada kasih seindah hatimu yang putih

sejukkanku dalam kejenuhanku menanti
mungkin ku kan tetap menunggu
sampai waktu tiba kita bertemu
 
Pangandaran, 2004

PUISI: MENINGGALKAN KISAH

Aku mengharapkan yang tak pasti
karena kau datang dan cepat pergi
kini ku tahu, kau bukan untukku

Dan walau semuanya kan berubah
tapi aku percaya cinta kan selalu ada
meski memang jalannya tak selalu indah
karena cinta tak selalu datang
dengan kebahagiaan

Wahai kau perempuan

maaf aku akan melangkah
meninggalkan kisah
walau berat ku berpijak
tapi tekadku sudah bulat
selamat tinggal perempuanku di sana
kau adalah masa lalu yang tak indah
walau ku selalu berharap kisah ini berakhir indah
 
Pangandaran, 17 Februari 2009

Selasa, 04 Desember 2012

PUISI : PUISI TAK BERTUAN

Aku hanya puisi tak bertuan
di secarik kertas lusuh yang mungkin kan usang
tinta pun menggores tanya
Apakah kan tersimpan atau kan menjadi kenangan?
 
Aku hanya puisi tak bertuan
yang tak tahu kemana tujuan
tidak sedikit pun insan menyentuh
sampai ku mengucurkan peluh

Aku hanya puisi tak bertuan

hanya ditemani hembusan angin
dan debu yang mendinding
yang mungkin kan membuatku terbuang

Aku hanya puisi tak bertuan

mencoba bermakna walau terlalu miris
karena aku hanya kiasan
yang kan terlupakan, mungkin.
 
Pangandaran, 4 November 2012
www.fansshare.com
Caringin Catering
Menerima pesanan catering untuk hajatan, ultah & lain-lain
Alamat : Jalan Pengadilan Lama No. 30 Pantai Timur Pangandaran (Depan SDN 6 Pangandaran)
Telp/SMS : 0265 - 630 480, 0857 9303 0206, 0821 1894 3556

*Khusus untuk travel menyajikan paket hemat 3x makan Rp. 50.000 / orang. Breakfast makan Khas Sunda & Dinner makan Seafood.

Translate