LIKE US
Jumat, 27 Desember 2013
Selasa, 24 Desember 2013
Sabtu, 21 Desember 2013
Senin, 16 Desember 2013
Sabtu, 14 Desember 2013
PUISI : KU SIRAM DENGAN DOA, SENYUM & TAWA
Oleh : Agit (Agus Giantoro)
Sudah sejauh ini aku melangkah
ku temui banyak jalan berliku tajam
dan aral yang melintang
membentuk neraka dalam kisah
Mimpi panjang ini terserang dehidrasi
kering dan retak...
Hingga haus menjadi gambaran mimpi
dan asa yang ingin di raih
ku siram dengan doa dan senyum ini
juga dengan tawa yang menghentak
kehidupan yang ingin ku tepi
hilangkan tangis yang merintih
ku temui banyak jalan berliku tajam
dan aral yang melintang
membentuk neraka dalam kisah
Mimpi panjang ini terserang dehidrasi
kering dan retak...
Hingga haus menjadi gambaran mimpi
dan asa yang ingin di raih
ku siram dengan doa dan senyum ini
juga dengan tawa yang menghentak
kehidupan yang ingin ku tepi
hilangkan tangis yang merintih
Pangandaran, 2013
Kamis, 12 Desember 2013
PUISI : MATI TERBUNUH OLEH KEPERGIANMU (Memory Nokia)
Perih kehilanganmu
dengan berjuta kenangan didalamnya
membuat semangatku redup
membuat tawaku sirna
senyumku pun semu
menjadi kelabu dan membeku...
kini aku hanya terpaku
di sisi waktu yang mulai menggerogotiku
dan mati terbunuh oleh kepergianmu
Putrapinggan - Emplak, Kalipucang - 12 Desember 2013
dengan berjuta kenangan didalamnya
membuat semangatku redup
membuat tawaku sirna
senyumku pun semu
menjadi kelabu dan membeku...
kini aku hanya terpaku
di sisi waktu yang mulai menggerogotiku
dan mati terbunuh oleh kepergianmu
Putrapinggan - Emplak, Kalipucang - 12 Desember 2013
Selasa, 10 Desember 2013
Senin, 02 Desember 2013
PUISI : MATI TANPA HATI (OLEH KEANGKUHAN NAMA)
Ingin aku berontak
hanya untuk sekedar bernafas
tapi sayang tubuh ini tak bisa berteriak
tapi sungguh senyum ini telah terhempas
oleh permainan fana
yang membuatku terlena
dan lalai akan kematian
dan buta akan surga dan neraka
Tawa ini telah sirna
oleh keangkuhan nama
sungguh semua ini telah membunuhku
dan kini mati
tanpa hati
hanya diam membisu
Pangandaran, 2013
PUISI : LELAHKU (BERCAMPUR DEBU)
Lelahku bercampur debu...
dan malam sebagai penyejuk menyelimutiku
dari sisi lainnya yang menghangatkan
sang surya pun terbaring di ufuk barat
dan teriknya merebahkan peluh dunia
bercucuran membasahi tanah...
rumput yang bergoyang di terpa angin malam
seolah menari menghibur lara
Pangandaran, 2013
Selasa, 26 November 2013
PUISI : MENINGGALKAN SURYA (SEKILAS DI HOTEL MANDIRI)
Hujan telah menghapus peluhku
dan aku hanya terpaku di satu waktu
menulisi kisah klasik
tampak sang tuan sedang asyik
sekilas ada pembicaraan di sela angin yang dingin
juga ada tawa di sela-sela rokok yang ku sulut ini
asapnya pun menembus dinding
dan kisah ini pun berlalu di satu senja
sampai akhirnya ku beranjak pergi meninggalkan surya
Hotel Mandiri - Pangandaran, 26 November 2013
Senin, 25 November 2013
Sabtu, 23 November 2013
Kamis, 21 November 2013
Rabu, 13 November 2013
PUISI : SYAIR KEHIDUPAN (BERSAMA SANG SURYA)
menggores syair kehidupan bersama sang surya
embun pun berirama bersama kicauan burung di sangkar
menyambut senyumku dan tawa sang kelakar
untuk kembali mengarungi jalanan
menyambung nyawa tentu saja dibarengi doa kepada Tuhan
Pangandaran, 13 November 2013
Sabtu, 09 November 2013
Sabtu, 02 November 2013
Sabtu, 26 Oktober 2013
PUISI : SEBUAH NAMA TANPA IZIN (MENTARI)
Lihatlah hati yang sepi
hanya kesendirian sebagai latar puisi
dan tertorehlah sebuah nama tanpa izin
menjadi penghias kertas putih ini
itulah sang mentari, izinkanlah aku
menulisi sepi denganmu...
hanya untuk sekedar menyambung senyumku
yang hilang dan meragu
menjadi sebuah goresan caci tanpa arti
2013
hanya kesendirian sebagai latar puisi
dan tertorehlah sebuah nama tanpa izin
menjadi penghias kertas putih ini
itulah sang mentari, izinkanlah aku
menulisi sepi denganmu...
hanya untuk sekedar menyambung senyumku
yang hilang dan meragu
menjadi sebuah goresan caci tanpa arti
2013
PUISI : AKU SECARIK KERTAS BERDEBU
Maafkan aku yang tak bisa sempurna...
aku hanya secarik kertas berdebu
yang menempel di antara jalanan
terombang ambing angin
dan tinta yang tergores dihatiku
kini mulai luntur oleh perih
2013
aku hanya secarik kertas berdebu
yang menempel di antara jalanan
terombang ambing angin
dan tinta yang tergores dihatiku
kini mulai luntur oleh perih
2013
Jumat, 25 Oktober 2013
PUISI : SATU MIMPI YANG BERBEDA (SEKEDAR MENAPAKI FANA)
Oleh : Agit (Agus Giantoro)
Ku titipkan dendam kepada kertas yang bengal
ku luapkan emosi via tinta yang mulai sengal
ku biarkan amarah meletup
tanpa sadar mimpi besar itu mulai redup
Dan aku kini berdiri di satu mimpi berbeda...
mencoba kembangkan senyum sang pena
menyemangati kertasku yang nampak nista
hanya untuk sekedar menapaki fana
2013
Ku titipkan dendam kepada kertas yang bengal
ku luapkan emosi via tinta yang mulai sengal
ku biarkan amarah meletup
tanpa sadar mimpi besar itu mulai redup
Dan aku kini berdiri di satu mimpi berbeda...
mencoba kembangkan senyum sang pena
menyemangati kertasku yang nampak nista
hanya untuk sekedar menapaki fana
2013
Sabtu, 05 Oktober 2013
Senin, 30 September 2013
Minggu, 29 September 2013
PUISI : AKU HARUS BERDIRI
Waktuku tak banyak...
hanya untuk sekedar melangkah
menapaki jalan terjal penuh bebatuan
sempat terjatuh hingga aku harus berdiri
berlari mengejar satu mimpi
yang sempat redup terhalang awan kelabu...
Tuhan kuatkan hambaMu
2013
hanya untuk sekedar melangkah
menapaki jalan terjal penuh bebatuan
sempat terjatuh hingga aku harus berdiri
berlari mengejar satu mimpi
yang sempat redup terhalang awan kelabu...
Tuhan kuatkan hambaMu
2013
Rabu, 25 September 2013
Senin, 23 September 2013
Rabu, 18 September 2013
PUISI : MIMPI TERKECIL (PERIH)
Ku biarkan mimpi besarku terlelap di peraduan
untuk memulai mimpi terkecil yang sempat terbuang,
walaupun memang beban ini membuat mataku ini harus terpejam
dan terbaring karena hantaman keras kerikil-kerikil tajam.
Ku mencoba melangkah di atasnya...
dengan goresan-goresan luka...
yang menusukku tiada henti
Tuhan semoga ini tidak membuatku berpaling
karena sungguh semua ini begitu perih
untuk memulai mimpi terkecil yang sempat terbuang,
walaupun memang beban ini membuat mataku ini harus terpejam
dan terbaring karena hantaman keras kerikil-kerikil tajam.
Ku mencoba melangkah di atasnya...
dengan goresan-goresan luka...
yang menusukku tiada henti
Tuhan semoga ini tidak membuatku berpaling
karena sungguh semua ini begitu perih
Selasa, 17 September 2013
PUISI : KAU TELAH PERGI (BERSAMA KEBAIKAN YANG KAU TANAM)
Kau telah pergi...
bersama harum kuncup melati
pecahlah tetesan air mata ini
Dan ku mengerti
semua itu takdir sang Illahi...
pecah kembali tetesan air mata ini
Senyum ketegaran yang ku beri
mungkin kan berarti
bersama doa dari hati
untukmu kepada Illahi
Tenanglah kau di sana
bersama kebaikan yang kau tanam
semoga Illahi
membuka tanganNya, berseri
2013
bersama harum kuncup melati
pecahlah tetesan air mata ini
Dan ku mengerti
semua itu takdir sang Illahi...
pecah kembali tetesan air mata ini
Senyum ketegaran yang ku beri
mungkin kan berarti
bersama doa dari hati
untukmu kepada Illahi
Tenanglah kau di sana
bersama kebaikan yang kau tanam
semoga Illahi
membuka tanganNya, berseri
2013
Minggu, 08 September 2013
PUISI : MENUSUK CINTA (Kisah Zaskia Gotik)
Senyum ini adalah luka
setelah kau tancapkan duri yang menusuk cinta
hingga ku harus manghapus rasa
dan melepas sayangku untuknya
Kau hanya seorang pendusta...
penjahat yang ku rasa paling hebat menista
kini kau tinggal kenangan
bersama luka yang paling dalam
September 2013
setelah kau tancapkan duri yang menusuk cinta
hingga ku harus manghapus rasa
dan melepas sayangku untuknya
Kau hanya seorang pendusta...
penjahat yang ku rasa paling hebat menista
kini kau tinggal kenangan
bersama luka yang paling dalam
September 2013
Senin, 02 September 2013
PUISI : PAGI YANG BERSERI
Ku saksikan surya yang bangun dari peraduan...
menghiasi langit Pangandaran
pohon pun berjingkrak penuh asa
menyambut pagi yang hangat
terlihat juga rumput yang tersenyum pada embun
dan ombak yang menari ke tepi...
menyanyikan pagi yang berseri
Pangandaran, 2013
menghiasi langit Pangandaran
pohon pun berjingkrak penuh asa
menyambut pagi yang hangat
terlihat juga rumput yang tersenyum pada embun
dan ombak yang menari ke tepi...
menyanyikan pagi yang berseri
Pangandaran, 2013
Minggu, 01 September 2013
Selasa, 20 Agustus 2013
PUISI : BERAKHIR TAK MANIS
Apa kau masih mengingatnya?......
Saat goresan-goresan tinta ini merayumu
kau tersenyum
dan pipimu berubah menjadi merah bata
Setidaknya kau tahu...
dulu begitu dramatisir
aku menulisi kisah cinta
yang hanya sekejap saja
Dan ketika kau akhiri
aku juga mengakhiri
goresan-goresan tinta
yang kini menjadi saksi bisu
antara kau dan aku
menjadi cerita cinta
yang berakhir tak manis
Pangandaran, 18 Agustus 2013
Saat goresan-goresan tinta ini merayumu
kau tersenyum
dan pipimu berubah menjadi merah bata
Setidaknya kau tahu...
dulu begitu dramatisir
aku menulisi kisah cinta
yang hanya sekejap saja
Dan ketika kau akhiri
aku juga mengakhiri
goresan-goresan tinta
yang kini menjadi saksi bisu
antara kau dan aku
menjadi cerita cinta
yang berakhir tak manis
Pangandaran, 18 Agustus 2013
PUISI : LATAR KECEWA (NADA SUMBANG POLI-TIKUS)
Tak ku hirup udara segar hari ini......
ku hanya terdiam di satu mimpi
karena latar kecewaku yang fasid
dan iblis telah menguasai hati
yang membuatku bak terisolasi
Tak ku rayakan kebebasan
ku hanya membancuh cundang
dan distans memang telah menjauhkan jasad ini
dari makna kemerdekaan NKRI
karena telah lara oleh bangsanya sendiri
yang korup, penuh dengan nada sumbang poli-tikus yang bermuka manis
17 Agustus 2013
ku hanya terdiam di satu mimpi
karena latar kecewaku yang fasid
dan iblis telah menguasai hati
yang membuatku bak terisolasi
Tak ku rayakan kebebasan
ku hanya membancuh cundang
dan distans memang telah menjauhkan jasad ini
dari makna kemerdekaan NKRI
karena telah lara oleh bangsanya sendiri
yang korup, penuh dengan nada sumbang poli-tikus yang bermuka manis
17 Agustus 2013
PUISI : RINDU YANG DATANG (SAAT TAKBIR MENGGEMA)
Saat takbir menggema
saat itulah pintu kemenangan
telah datang,
di setiap hembusan nafas,
di antara hamba-hambaNya,...
yang menjalankan puasa,
dengan mengharap Ridho Allah.
Dan saat itulah hamba-hambaNya
akan merindukan akan datangnya
bulan Agung kembali.
Dan sungguh hanya
yang benar-benar hambaNyal-lah
yang pasti akan merasa kehilangan.
Bulan Suci Ramadhan
bulan yang penuh dengan pahala
dan pintu ampunanNya.
Pangandaran, 2013
saat itulah pintu kemenangan
telah datang,
di setiap hembusan nafas,
di antara hamba-hambaNya,...
yang menjalankan puasa,
dengan mengharap Ridho Allah.
Dan saat itulah hamba-hambaNya
akan merindukan akan datangnya
bulan Agung kembali.
Dan sungguh hanya
yang benar-benar hambaNyal-lah
yang pasti akan merasa kehilangan.
Bulan Suci Ramadhan
bulan yang penuh dengan pahala
dan pintu ampunanNya.
Pangandaran, 2013
Senin, 05 Agustus 2013
PUISI : SENYUMMU JANGAN HILANG (ASMARA)
Jangan pernah hilang senyum itu, Asmara
aku ingin merasakan hangatnya
aku ingin menikmati lembutnya
di medan fana yang ku rasa begitu menyiksa
Jangan pernah hilang senyum itu, Asmara
dariku yang terhempas cahayaaku ingin merasakan hangatnya
aku ingin menikmati lembutnya
di medan fana yang ku rasa begitu menyiksa
Jangan pernah hilang senyum itu, Asmara
yang sempat hilang di telan masa
yang membuatku terkubur dalam duka
Sekali lagi jangan pernah hilang senyum itu, Asmara
darimu yang tampak semakin lelah
menulisi kisah yang resah
dan balutlah lukamu dengan sedikit rasa suka
Pangandaran, 5 Agustus 2013
Minggu, 04 Agustus 2013
PUISI : AKU LELAH
Sampaikan airmata ini pada sang surya
dan katakan aku lelah
dan sampaikan perihnya
dan katakan aku lelah
dan sampaikan perihnya
pada langit yang berdiri begitu tegaknya
aku lelah
sampaikan juga pada Tuhan
bahwa aku sudah begitu lelah
tapi jangan sampaikan padanya
bahwa aku lelah........
Pangandaran, 24 Juli 201
aku lelah
sampaikan juga pada Tuhan
bahwa aku sudah begitu lelah
tapi jangan sampaikan padanya
bahwa aku lelah........
Pangandaran, 24 Juli 201
PUISI : SEMOGA SENYUMMU TAK SIRNA, ASMARA
Asmara......
Sebelum ku tertidur, ku pasti kan tetap terjaga
Sebelum ku tertidur, ku pasti kan tetap terjaga
maaf jika kini aku hanya terjaga
di satu sisi tanpa makna
dan terdiam di sudut fana
mungkin hanya sebaris doa
yang mengiringi setiap denyut nadiku yang penuh dengan dosa.........
semoga senyummu tak sirna, Asmara
untukku, untuknya, untuk mereka
Pangandaran, 4 Agustus 2013
di satu sisi tanpa makna
dan terdiam di sudut fana
mungkin hanya sebaris doa
yang mengiringi setiap denyut nadiku yang penuh dengan dosa.........
semoga senyummu tak sirna, Asmara
untukku, untuknya, untuk mereka
Pangandaran, 4 Agustus 2013
Rabu, 17 Juli 2013
PUISI : HUJAN MERAJA
Hujan semalam meraja
membuat kapug seisi tanah fana
begitu pula debu yang menggantung di hatinya
tersapu bersama peluh lautan
dan angin yang menderu
menerbangkan sisa-sisa emosiku
membuat kapug seisi tanah fana
begitu pula debu yang menggantung di hatinya
tersapu bersama peluh lautan
dan angin yang menderu
menerbangkan sisa-sisa emosiku
dan asa yang melekat bertahan menggenggam benakku
Pangandaran, 5 Juli 2013
Pangandaran, 5 Juli 2013
PUISI : PERIH
Dari senyum yang ku galih
dan mimpi yang berarti
ku temukan luka perih
bercucuran tanpa arti
dan mimpi yang berarti
ku temukan luka perih
bercucuran tanpa arti
mengarungi bahtera hidup
yang memang sempat goyah
dan kapug bak debu yang resah
Beban hidupku memang begitu berat
menangisku dalam tawa
lirih ku lantunkan
dan senyum ku telan
Pangandaran, 17 Juli 2013
Jumat, 21 Juni 2013
PUISI : AKU PADA TITIK JENUH (BUKAN BERARTI MATI)
Aku ada pada titik jenuh, tapi bukan berarti mati
seperti apa yang di ungkapkan seseorang di sana yang telah tiada
ini hanya tangisan hati yang mulai letih
dan termarjinalkan waktu yang berlari begitu cepatnya
Aku memang pada titik jenuh, seorang hambaNya yang lelah
seperti apa yang di ungkapkan seseorang di sana yang telah tiada
ini hanya tangisan hati yang mulai letih
dan termarjinalkan waktu yang berlari begitu cepatnya
Aku memang pada titik jenuh, seorang hambaNya yang lelah
menulisi kepedihan hidupku yang tanpa makna
dan hanya sebaris doa yang entah sampai kapan
Dia mendengar dan melihat
Tuhan semoga Engkau mengerti......................
Pangandaran, 19 Juni 2013
dan hanya sebaris doa yang entah sampai kapan
Dia mendengar dan melihat
Tuhan semoga Engkau mengerti......................
Pangandaran, 19 Juni 2013
Minggu, 16 Juni 2013
PUISI : PELANGI DI BELAKANG
Oleh : Agit (Agus Giantoro)
Pelangi di belakang
melambai-lambai membentuk warna
dan terlukiskan indah oleh sang bias
menghias langit Tuhan Esa
Di depannya terdapat dua insan
di ikuti suara gemuruh ombak pantai yang memecah
Pelangi di belakang
melambai-lambai membentuk warna
dan terlukiskan indah oleh sang bias
menghias langit Tuhan Esa
Di depannya terdapat dua insan
di ikuti suara gemuruh ombak pantai yang memecah
dan bara api yang memerah
menjadi pelengkap suasana indah KaruniaNya
Pangandaran, 17 Juni 2013
menjadi pelengkap suasana indah KaruniaNya
Pangandaran, 17 Juni 2013
Sabtu, 15 Juni 2013
PUISI : GORESAN TINTA DARI SENYUMMU (UNTUKMU)
Dan waktu terus berputar
aku masih melangkah di kefanaan,
dengan secuil usang mimpiku,
aku masih melangkah di kefanaan,
dengan secuil usang mimpiku,
menelusiri batas pagi, siang, sore & malamku.
Dan hadirmu begitu berarti,
senyummu adalah bagian inspirasi,
walau aral terus menghujaniku,
aku akan terus menggoreskan tinta ini untukmu.
Pangandaran, 16 Juni 2013
Dan hadirmu begitu berarti,
senyummu adalah bagian inspirasi,
walau aral terus menghujaniku,
aku akan terus menggoreskan tinta ini untukmu.
Pangandaran, 16 Juni 2013
Jumat, 14 Juni 2013
PUISI : SEBATANG ROKOK, ALUNAN LIRIH SORE INI (Aku & Deris)
Sebatang rokok pemberian turis,
ku sulut dengan iringan nyanyian balada klasik,
dengan segenggam mimpi,
ku nikmati juga kopi putihku ini.
ku sulut dengan iringan nyanyian balada klasik,
dengan segenggam mimpi,
ku nikmati juga kopi putihku ini.
Bersama sahabat menyatu dalam irama,
menggoyangkan sedikit jemari fana,
nampak juga turis dengan bahasanya tersenyum menikmati,
alunan lirih sore ini.
Pangandaran, 12 Juni 2013
menggoyangkan sedikit jemari fana,
nampak juga turis dengan bahasanya tersenyum menikmati,
alunan lirih sore ini.
Pangandaran, 12 Juni 2013
PUISI : LEBIH DALAM
Di balik senyumku ada luka
yang mungkin tidak ada satu pun yang mampu membalutnya
dan luka ini terlalu dalam
di dalam lukaku terdapat cinta yang dalam
walaupun harus mati di telan pahit manisnya kehidupan
yang mungkin tidak ada satu pun yang mampu membalutnya
dan luka ini terlalu dalam
di dalam lukaku terdapat cinta yang dalam
walaupun harus mati di telan pahit manisnya kehidupan
Dan lebih ke dalam cintaku terdapat mimpi
walaupun harus kandas karena tangisan ini
Pangandaran, 5 Juni 2013
PUISI : MENJADI WAJAH TANGISAN
Menulisi malam dalam amukan ombak selatan,
yang menghancurkan bebatuan,
tak luput perahu nelayan,
yang menghancurkan bebatuan,
tak luput perahu nelayan,
sebagian mimpi juga menjadi padam.
karam bersama jaring nelayan.
Pelabuhan menjadi kisah seram,
saat hantaman gelombang menghempaskan asa nelayan,
yang tersisa segumpal daging penuh luka,
tangisan pun menjadi wajah.
Babakan - Pangandaran, 3 Juni 2013
karam bersama jaring nelayan.
Pelabuhan menjadi kisah seram,
saat hantaman gelombang menghempaskan asa nelayan,
yang tersisa segumpal daging penuh luka,
tangisan pun menjadi wajah.
Babakan - Pangandaran, 3 Juni 2013
Kamis, 23 Mei 2013
Jumat, 17 Mei 2013
PUISI : BUTIR
Ada awal, ada akhir
semuanya mengalir
dan aku pasrah menerima takdir
menjadi butir
Butir-butir nasibku yang pilu
dan aku pasrah menerima takdir
menjadi butir
Butir-butir nasibku yang pilu
membuatku kelu
dan takdir ini memang telah menjadi jalanku
DariNya tersurat hampa dan kelabu
Pangandaran, 17 mei 2013
dan takdir ini memang telah menjadi jalanku
DariNya tersurat hampa dan kelabu
Pangandaran, 17 mei 2013
Selasa, 14 Mei 2013
PUISI : TUNJUKKAN KETEGARAN, TINGGALKAN BELAKANG
Senyumku yang mengembang
mencoba tunjukkan ketegaran walau dalam bimbang
melupakan sejuta luka yang sempat menghentikan langkahku
mencoba bangkit dengan hari-hari baru
ku biarkan mereka yang hanya bisa bicara
mencoba tunjukkan ketegaran walau dalam bimbang
melupakan sejuta luka yang sempat menghentikan langkahku
mencoba bangkit dengan hari-hari baru
ku biarkan mereka yang hanya bisa bicara
dan ku tinggalkan belakang dengan mimpi dan asa
Rabu, 08 Mei 2013
PUISI : MENCOBA BANGKIT
Ketika ku tersadar
ku rebahkan lelah dan bersandar
dari waktu yang semakin cepat melaju
aku terdiam di satu sisi yang menghentikan langkahku
ku rebahkan lelah dan bersandar
dari waktu yang semakin cepat melaju
aku terdiam di satu sisi yang menghentikan langkahku
Kau memang begitu berarti
mungkin sampai mati
maafkan diriku tanpa makna
mencoba bangkit dari nestafa
mungkin sampai mati
maafkan diriku tanpa makna
mencoba bangkit dari nestafa
PUISI : MEREDUP
Masihkah ada harapan dari seberkas surya?
yang cahayanya mulai tertutup mega
di sini aku pun hanya terlelap dalam mimpi lelahku
terbaring tanpa daya dan meredup
Ini memang ironi
yang membuatku terdiam hanya terpatri
ku lihat semua pergi
tanpa bekas dan mati
ku lihat semua pergi
tanpa bekas dan mati
PUISI : TITIK TERAKHIR (To : Alm. Ustadz Jefri Al-Bukhori)
Uje, kepergianmu mungkin jalan yang terbaik di mataNya,
tapi rasa kehilangan ini tak mampu ku bendung.
Seperti air mata sejuta umat yang mengantarkanmu pada titik terakhir.
Selamat jalan Uje, kau ku kenang, Ustadz Gaul.
tapi rasa kehilangan ini tak mampu ku bendung.
Seperti air mata sejuta umat yang mengantarkanmu pada titik terakhir.
Selamat jalan Uje, kau ku kenang, Ustadz Gaul.
Langganan:
Postingan (Atom)
Menerima pesanan catering untuk hajatan, ultah & lain-lain
Alamat : Jalan Pengadilan Lama No. 30 Pantai Timur Pangandaran (Depan SDN 6 Pangandaran)
Telp/SMS : 0265 - 630 480, 0857 9303 0206, 0821 1894 3556
*Khusus untuk travel menyajikan paket hemat 3x makan Rp. 50.000 / orang. Breakfast makan Khas Sunda & Dinner makan Seafood.












































