Kepada sang bunga dan hatiku
hampir habis kata-kataku
menulisi kepedihan hidup yang menderaku
hanya kata maaf yang terlontar dari hati yang menjerit pilu
Bunga dan hatiku
Aku memang kelabuhampir habis kata-kataku
menulisi kepedihan hidup yang menderaku
hanya kata maaf yang terlontar dari hati yang menjerit pilu
Bunga dan hatiku
melayukan senyummu
meredupkan bias tawamu
Bunga dan hatiku
Aku memang bahasa tangisan
nelangsa ku teteskan
dan lara ku nyanyikan
Bunga dan hatiku
mungkin hanya ini yang bisa ku tuturkan kepadamu
demi Tuhan aku sungguh mencintaimu, menyayangimu
dan karena keyakinan akan ku teruskan mimpiku, walau semua ini membunuhku.
Pangandaran, 26 Maret 2013















