Aku terduduk di satu tangis
dalam penyesalan yang miris
disaksikan angin yang mendingin
meniup debu nasib yang pilu dan kotor mendinding
nampak sang bunga layu dan kecewa
melihatku yang nampak tak berdaya
menggapai mimpi yang redup dan menistadalam penyesalan yang miris
disaksikan angin yang mendingin
meniup debu nasib yang pilu dan kotor mendinding
nampak sang bunga layu dan kecewa
melihatku yang nampak tak berdaya
sungguh apa daya ini yang ku alami
hanya bisa mencoba dan berusaha, mungkin sampai mati
merajut asa dan senyum ranum untuk bunga dan hati
ku yakin badai pasti akan berlalu
dan mentari akan kembali memelukku
dalam pijaran kasihNya dan RidhoNya
ku buang jauh-jauh apa yang dinamakan keputusasaan fana
semoga aku bisa
semoga sang bunga dan hati bisa mengerti.
Pangandaran, 17 Maret 2013



Tidak ada komentar:
Posting Komentar