LIKE US

Rabu, 27 Februari 2013

PUISI PENDEK : MASIH BERMIMPI DI BALIK KAUM BERTAHTA

Mereka kaum bertahta sedang asyik berebut kursi
sedangkan aku masih saja terus mengais-ngais asa, merajut mimpi
aku yang memang termarjinalkan tiada arti
kaum kecil di republik galau di tepi sepi
hanya bisa menangis di balik senyum para penguasa tinggi

Pangandaran, 26 Februari 2013

Minggu, 24 Februari 2013

PUISI PENDEK : DENGAN HATI KU BERI SUARA (PILGUB-PILWAGUB 2013)

Dengan hati ku beri suara,
walau beban kehidupanku memuncak tanpa mata.
Ini memang pesta demokrasi lima tahun sekali,
dan siapa yang terpilih aku tidak peduli,
tapi harapan memang selalu di kumandangkan,
semoga yang terpilih adalah benar-benar menjadi pilihan.
Dan janji-janji selama kampanye bukan sekedar nyanyian,
tetapi kinerja yang optimal membangun Jawa Baratlah yang menjadi kenyataan bukan hanya impian.

Sidamulih - Pangandaran, 24 Februari 2013

Jumat, 22 Februari 2013

PUISI : PERJALANAN HIDUP (KU IKUTI DERASNYA)

Kemanakah waktu kan berjalan?
ku ikuti derasnya mungkin sampai ke tepi
dan langkahku mencoba qanaah walau aku kan menuju kematian
karena kehidupan ini memang tak ada yang abadi.
Ini memang mimpi dalam pijakan nestafa
tercambuk derita yang tak bisa ku kelak
hanya bisa berharap meski lara
kepada sang Telak.

Tuhan jika Engkau Maha Melihat, Maha Mendengar
lihatlah dan dengarlah sebaris doa sang pemimpi yang mulai pasrah
bukan karena putus asa, namun karena terkapar
dengan keadaan kisah.

Pangandaran, 23 Februari 2013

PUISI PENDEK : KU BERHARAP BIASMU (ALLAH)

Masihkah ada sebaris senyum
dalam balutan tangis kisahku?
ku berharap biasMu berlabuh
pada derita yang semakin membunuhku
Tuhan aku ingin seperti mereka
dalam kebahagiaan suratan
aku lelah Tuhan dengan ini semua
Tuhan ku harap Kau kabulkan

Pangandaran, 22 Februari 2013

Kamis, 21 Februari 2013

PUISI : AKU YANG TERMARJINALKAN DAN MEREKA YANG HANYA BISA BICARA

Aku dan keresahanku adalah bahasa kesepian
yang selalu berpijak dalam kemalangan
tak tahu sampai kapan ku terjatuh dalam kegalauan
aku pun mulai meredup seiring sempitnya waktu yang berlarian

Tak bisa ku pungkiri ini aku dalam kisah lainnya
dan mereka memang hanya bisa bicara
tidak pernah mengerti akan beban yang menghujani kaum yang termarjinalkan cerita
aku pun semakin nestafa

Ini memang miris, sungguh ironis
aku terus terjatuh dalam tangis
dan mereka terus saja merintis
akan lelah yang membuatku meringis

Kalipucang - Pangandaran, 21 Februari 2013

Rabu, 20 Februari 2013

PUISI : WAKTU MEMBUNUH TAWA

Oleh : Agit (Agus Giantoro)

Telah ku goreskan definisi dilema
tentang aku sang pemimpi yang berjibaku dengan masa
aral selalu menjadi beban cerita
dan terjatuh adalah bagian dari nelangsa.
Ini aku walau waktu mulai membunuh tawa
berdiri dan berlari menyongsong kisahku di buana
penuh lara yang menyiksa
hingga senyumku tertelan ludah derita.

Kalipucang - Pangandaran, 20 Februari 2013


Selasa, 19 Februari 2013

PUISI : HUJAN TETAP MENJADI TEMA SANG FEBRUARI (MIMPI YANG DI GALI)

Hujan tetap menjadi tema sang Februari
ketika sang mentari tak lagi menari
bintang pun nampak bersembunyi
dan terlihat aku pun berlari tanpa peduli
lelah yang seakan mati
namun beban tak kan mati
tetap saja menjadi sebuah misteri
dari mimpi yang terus di gali

Hujan belum usai menepi
meredupkan bias-bias langit di kota yang terkadang mati
tanpa tersadar ku tersudut tanya yang membuatku kelu dan terhenti
namun ku tetap berjalan walau letih tetap menghantui

Kalipucang - Pangandaran, 19 Februari 2013

Senin, 18 Februari 2013

PUISI : MEMBISU (KARENA HUJAN)

Aku hanya membisu
saat hujan mengguyur debu nasibku yang pilu
saat kilat menggeliat dan menghentakan petir di bumiku
nampak di sana para dara dan jaka basah kuyup sepertiku
begitu pun para sepuh yang menunggangi kuda besi itu

Kalipucang, 18 Februari 2013

Sabtu, 16 Februari 2013

PUISI : TENTANG DARA YANG PULANG (KARENA HUJAN)

Adakah yang salah dengan deraian hujan?
nampak kegalauan dara dalam cerita
berlari dan mengelak dalam kelabunya alam
debu pun melebur tersapu angin tanpa mata.
Hujan memang sudah tak tertahankan
dan bisikan awan memaksa dara mengarungi hujan
maka lelah menjadi beban
dan cerita ini memang akan usang.
Ku pandangi langit yang diselimuti awan
dan mulai bercerita tentang dara yang pulang
dengan basah kuyup menahan
guyuran hujan yang menggenggam.

Pangandaran, 17 Februari 2013

Jumat, 15 Februari 2013

PUISI : KAU PERGI DI KERAMAIAN KOTA BARU

Di mana jejak langkahmu yang hilang ditelan waktu?
aku mencarimu di sepanjang kota baru
dalam letih yang tak tertandingi
mengarungi hidup yang kejam dan membuatku hampir mati
 
Di sepanjang kota baru ku berlari
namun kau hilang entah kemana?
tak ada satu jejak pun ku temui
bahkan nafasmu pun tak lagi ku rasa

Kau tinggalkan aku sendiri
di keramaian kota baru ini
sepertinya aku harus merelakanmu di sini
merelakan kau pergi jauh yang membuatku jatuh tak berarti

Pangandaran, 16 Februari 2013

Selasa, 12 Februari 2013

PUISI : MAAFKAN AKU YANG TAK SEMPURNA (MENGHITUNG LELAH)

Maafkan aku yang tak sempurna membentuk hati
ini adalah ungkapan jiwa tak berdaya dan mati
dalam kepedihan yang membunuh alam sadarku yang tersakiti
mimpi hanyalah bahasa kesempatan yang entah kapan menepi?

Maafkan aku yang tak sempurna membentuk jiwa
miris adalah bagian puisi yang sirna
mungkin akan redup bersama cahaya di langit sana
menjadi malam yang gelap tak terlihat dan lara

Maafkan aku yang tak sempurna membentuk senyum yang ranum
dan di satu diri ku menangis dan melamun
hanya bisa ungkapkan kepada kesendirian menghitung lelah
ini memang beban dan resah

Pangandaran, 12 Februari 2013

Senin, 11 Februari 2013

PUISI : MASIH BERMIMPI

Malam semakin larut,
dan aku pun kian terhanyut.
Dalam bayang-bayang imajinasi,
dengan redup ku goreskan tinta tanpa cahaya yang penuh misteri.

Ku mulai terpejam dan bermimpi
tanpa mata dengan hati
ku hapus peluh tadi pagi
walau dingin mendindingi

Tak terasa surya akan menggeliat
dan aku masih dengan mimpi tak terlihat
menelusuri waktu yang terus berlari
menyepi dan menyendiri

Pangandaran, 9 Februari 2013

Jumat, 08 Februari 2013

MEMBACA DAN MENULIS

 "MEMBACA dan menulis adalah bagian dari hidup saya. Dengan membaca membuat pengetahuan saya bertambah dan dengan menulis maka terciptalah karya-karya (puisi) saya. Walaupun karya-karya (puisi) saya memang masih jauh dari kata sempurna, tapi ada perasaan tersendiri karena dengan berkarya saya bisa berbagi dan berinteraksi dengan Sahabat Dumay khususnya Sahabat NOAH di Indonesia baik via jejaring sosial maupun di dunia nyata secara intens."

(Agit - Sahabat NOAH Pangandaran)

Rabu, 06 Februari 2013

PUISI : SEKILAS AKU DAN SAHABAT (MELANTUNKAN MIMPI DI KALA HUJAN)

Ku duduk dan tersenyum
di sudut ruang kerja sahabat
melantunkan mimpi walau dalam redup
di kala hujan turun menyapa rehat

Dia suguhkan segelas kopi hitam
ku teguk demi seteguk lelah
merebahkan peluh sembari mendefinisikan hujan siang
di saksikan senandung Noah

Ku sulut rokok dia pun sama
sembari mengusap peluh
dia berkisah begitu pun aku
aku dan dia sama-sama bercerita

Waktu pun mulai berlalu
begitu juga aku
yang mulai beranjak dari kursi
dan pamit di kala hujan terhenti

Kampus SMPN 2 Kalipucang, 6 Februari 2013

Senin, 04 Februari 2013

PUISI : PERGIMU BEGITU CEPAT

Hadirmu warnai hidupku
dalam suka maupun duka
dalam detik, menit dan setiap jam
bahkan di setiap detakan jantungku yang berpacu
di setiap hembusan nafasku

Tapi mengapa pergimu begitu cepat
aku rindu semua sentuhan hangatmu
rindu tawamu, rindu sapaanmu
sadarkah kau ku cinta
dengan hati dengan sepenuh jiwaku

Walau kau tak pedulikaknku
walau kau tak mau memaafkanku
aku tetap menyayangimu
seumur hidupku
sampai nyawaku tak lagi di tubuhku

Pangandaran, 2004

Minggu, 03 Februari 2013

PUISI : RANI NAMA KECIL PARAS BAK MAHADEWI (Sekilas Tentang Maharani Suciyono)

Ini kisah tentang paras nan ayu
membahana di berbagai media
tersiar kasus nan akut di negeriku
tentang wanita.
Mencuat bersama dugaan kasus nan lagi-lagi bertema korupsi
nan berlatar politik sepertinya sudah menjadi bagian merah putih
akan uang haram nan membutakan kaum elit
dan wanita adalah bagian jalan sesat
walau memang sayembara membuana
bunuh korupsi di bumi Garuda.
Rani nama kecil paras bak mahadewi
Tapi begitu malang Rani
parasnya tidak secantik namanya
karena KPK terhormat menjaring Rani
walau memang tidak terbukti tuturnya.

Pangandaran, 3 Februari 2013

Jumat, 01 Februari 2013

PUISI : CATATAN PENYESALAN (SEBENTUK KELABU)

Maafkan cerita
sejenak mungkin aku akan berhenti
tapi bukan berarti aku mati
aku hanya menyendiri di balik beban tanpa mata

Menuju moksa tapi bukan berarti hilang di telan tinta
aku hanya berusaha berarti walau harus terkapah-kapah
dan mirisku adalah bagian dari kisah
mencoba meraih bias di balik awan yang menista

Sekali lagi maafkan cerita
aku kini mulai menghitam dengan catatan penyesalanku
akan cita yang mencoba di raih oleh asa
aku pun hanya bisa membentuk puisi sebentuk kelabu


Kantor Biro Radar Pangandaran, 2 Februari 2013

PUISI : AKU MENANGIS DI BALIK SENYUM


Hidupku terus bergulir
seiring waktu yang mengukir
akan gelisahnya hidup ini
dalam kisah yang pedih



Cita yang memudar
karena asa yang terhempas
tak tahu sampai kapan ku cari tempat bersandar
kepada Sang Telak Maha Sempurna

Ini memang goresan nista
dari hidupku yang terlunta-lunta
mengais-ngais beban kehidupan
yang ku rasa mulai membunuhku dalam fatamorgana

Semua yang membebaniku
mungkin hanya pena yang merasa
hingga aku menangis di balik senyum
kisah ini pun layu dalam fana

Tuhan berikan aku kekuatan
agar tetap berpena dalam cerita
cerita yang ku rasa mulai menenggelamkanku
dalam kisah yang mungkin kan moksa

Kalipucang, 1 Februari 2013
www.fansshare.com
Caringin Catering
Menerima pesanan catering untuk hajatan, ultah & lain-lain
Alamat : Jalan Pengadilan Lama No. 30 Pantai Timur Pangandaran (Depan SDN 6 Pangandaran)
Telp/SMS : 0265 - 630 480, 0857 9303 0206, 0821 1894 3556

*Khusus untuk travel menyajikan paket hemat 3x makan Rp. 50.000 / orang. Breakfast makan Khas Sunda & Dinner makan Seafood.

Translate