LIKE US

Rabu, 24 Desember 2014

PUISI : SEBATANG ROKOK KU TINGGALKAN

Foto Ilustrasi : www.elpuercosi.fi
Oleh : Agit (Agus Giantoro)

Sebatang rokok ku tinggalkan di sini
mencoba berlari dari hal yang mustahil (kematian)
ku terus langkahkan kakiku
dari masa-masa sulitku
dan ku terus merajut asa meski waktu akan binasa
seiring dunia yang semakin rapuh

Sebatang rokok ku tinggalkan di sini
mencoba membentuk pelangi
sebelum mati


Pangandaran, 25 Desember 2014

Minggu, 21 Desember 2014

PUISI : AKU BUKAN APA-APA TANPAMU (MAAFKAN AKU IBU)

AKU BUKAN APA-APA TANPAMU (MAAFKAN AKU IBU)
Oleh : Agit (Agus Giantoro)

Foto Ilustrasi By : overmacht.deviantart.com
Aku bukan apa-apa tanpamu
tanpa kasihmu
yang bening dan bersinar
kau memang malaikat tak bersayap
kau ciptaanNya yang agung

Aku bukan apa-apa tanpamu
tanpa belaian lembut darimu
sungguh aku tak bisa membalas semua jasamu

Aku bukan apa-apa tanpamu
maafkan aku ibu
atas semua kesalahanku

Pangandaran, 22 Desember 2014

Sabtu, 20 Desember 2014

PUISI : NAMPAK NISTANYA, NAMPAK ASLINYA

Ilustrasi By : prab-prab.deviantart.com
NAMPAK NISTANYA, NAMPAK ASLINYA
Oleh : Agit (Agus Giantoro)

Ada latar kecewa
karena efek mulut seorang manusia
iming-iming pekerjaan
iming-iming uang
namun warasnya terbuang
hingga nafsu setan datang
dan agama menjadi topeng dibalik wajah
nampak nistanya
hingga seolah-olah dia berperan sebagai malaikat
padahal bejad
nampak aslinya
ketika ia berkata
kepada sesama insan
kepada langit, kepada awan
kepada hewan, bahkan Tuhan

Pangandaran, 21 Desember 2014

Senin, 08 Desember 2014

PUISI : HINGGA KITA TUA & BINASA

Ilustrasi By : www.konsultasisyariah.com
Oleh : Agit (Agus Giantoro)

Tak sabar aku menaruh muka di atas mejamu
hanya untuk sekedar menulisi senyumku
dengan segelas kopi luwak yang kau seduh
ku teguk perlahan dengan larikku
dan kita akan tertawa dalam satu warna
membentuk kanvas untuk melukis senja
dan pasir di pantai itu menjadi saksinya
dan kita anggap para penegak perda serta rakyat jelata
sebagai penikmat pertunjukkan kita
hingga kita tua
di tanah Tuhan yang akan binasa

Pangandaran, 7 Desember 2014

Sabtu, 06 Desember 2014

PUISI : SAMPAI AKHIRNYA AKU TERBANGUN (MENGULUR WAKTU)


Ilustrasi By : www.flickr.com
Oleh : Agit (Agus Giantoro)

Masih tertidur
untuk mengulur-ngulur waktu
yang tak mungkin
seperti kemarin
ku melakukan hal yang sama
terlihat surya mulai bersinar meski malu-malu
dia tetap berjalan semestinya seperti waktu
berjalan sampai datangnya kematian
yang memang siapapun tidak akan bisa mengelak
meski berlari secepat kilat

Ku masih tertidur
tak menghiraukan surya
awan pun nampak menegur
diriku dengan rinai hujan
tapi aku tetap tertidur
melakukan hal yang sama
mengulur-ngulur waktu
yang tak mungkin


Sampai akhirnya ku terbangun
tersadar dan mulai menghirup udara pagi
sembari menatap surya yang nampak menunggu
langkah kaki kelu ini untuk mengejar mimpi


Dan ku akhiri melakukan hal yang tak mungkin
yaitu mengulur-ngulur waktu hari ini
seperti kemarin
dan aku pun mulai berlari


Pangandaran, 7 Desember 2014

Selasa, 21 Oktober 2014

PUISI : DISKUSI MALAM (ADA PERBINCANGAN, ADA NASIHAT)


Ada perbincangan malam itu
di dalam sebuah kamar yang kusut
ku ketik kata-kata beribu tanya
menyusuri keintiman diskusi malam
nampak keawamanku terus mengundang tanya
akan kepalsuan yang berkedok agama
akan kebusukan yang mengaku pemimpin sebuah lembaga
Ada nasihat perbincangan malam itu
Ku ketik kata-kata beribu tanya kembali
nampak jawaban masih menjadi misteri
dan angin terus berlalu
mengisyaratkan larutnya malam
hujan pun turun seolah menyapu peluhku yang berguguran

Ku akhiri ketikan kata-kata beribu tanya ini
mencoba untuk memejamkan mata yang mulai letih


Pangandaran, 21 Oktober 2014

Minggu, 12 Oktober 2014

PUISI : SISI LAIN (CERITA SORE ITU)


Oleh : Agit (Agus Giantoro) - Pangandaran

Ada sisi lain
dibalik renunganku ini
sebuah cerita yang tercipta
saat tawa menggelegar sore itu
daun yang berjatuhan dari pohon ketapang saat itu seolah berbaur
dan rasa gerah yang menggila menjadi cerita tersendiri



Ada sisi lain
dibalik senyumanku ini
melihat dilema besar dihatimu
terlihat jelas kegamanganmu
tentang permainan cinta seorang pria


Ada sisi lain
dibalik candaku ini
menulisi kisah sore itu
bersamamu dan sahabat-sahabat lainnya
hingga akhirnya ku berpamitan, pulang


Ketapang.net Pangandaran, 12 Oktober 2014

Jumat, 19 September 2014

Sabtu Pagi (Saat-Saat Menikmati Lagu Mandarin)

PUISI : GORESAN KLASIK DARI KERTAS YANG BERBISIK

Oleh : Agit (Agus Giantoro)
Ilustrasi By : net.

ni goresan klasik
dari kertas yang berbisik
pada malam yang begitu dingin
ditempatku bersandar dan
alunan musik menemani di sini
didindingi angin yang berbisik
menembus kedua telinga yang berdengung
pohon pun seolah menari dan bersenandung

Pangandaran, 8 September 2014

Selasa, 16 September 2014

PUISI : KEBAHAGIAAN YANG REDUP


Oleh : Agit (Agus Giantoro)
Ilustrasi By : net.

Ada kepedihan dibalik tawa
menganga dimalam yang senyap
hanya lantunan lagu dari matahari terbit
mengiringi senyum yang mulai mati

Udara dingin menjadi pelengkap
dimalam yang semakin gelap
tertutup awan kelabu
yang mulai menggoreskan hatiku


Tinta inipun mulai lelah
menulisi perihnya hidup
dan peluh menjadi saksi kisah
tentang kebahagiaan yang tampak redup


Pangandaran, 11 September 2014

Sabtu, 16 Agustus 2014

PUISI : MENANTI SENJA (BERSAMA KAWAN)

Oleh : Agit (Agus Giantoro) - Pangandaran
Fhoto : Agit (Agus Giantoro)

Menanti senja dengan sedikit senyum dan tawa
di pantai yang di anugerahi keindahanNya
dan kopi ini sebagai pelengkap rasa
yang berbaur menjadi satu dalam gejolak tinta



Deburan ombak menjadi irama tersendiri
menyapu pasir yang berdesir
seperti tiupan angin yang bernyanyi
bersama lantunan di bawah gubug seorang lelaki
dialah Iman sahabatku yang menyambutku dengan tegur sapa khas Sunda
menghiburku bersama kawan yang lelah dan penat
setelah seharian menempuh perjalanan asa


Pangandaran, 15 Agustus 2014

Rabu, 13 Agustus 2014

PUISI : GUSUR, GUSUR DAN TERGUSUR (RAKYAT YANG BERNAMA PKL)

Oleh : Agit (Agus Giantoro)
Ilustrasi By : net.

Ini hanyalah cerita usang
kaum kecil yang terbuang
termarjinalkan oleh mimpi lama
yang katanya demi kesejahteraan bersama
tapi apa?
gusur, gusur dan tergusur oleh aturan
yang katanya demi kebersihan
demi keindahan pantai dan lautan
demi memanjakan wisatawan katanya
demi kenyamanan wisatawan katanya
dan akhirnya
gusur, gusur dan tergusur
nasib para pkl di area terlarang
sedangkan solusi masih menjadi misteri
apakah masih ada harapan untuk nasi?



Pangandaran, 2014

Jumat, 08 Agustus 2014

PUISI : APALAH ARTI KATA MERDEKA?

Oleh : Agit (Agus Giantoro)
 
Apalah arti kata merdeka jika darah masih mengalir deras?
mereka mati tanpa arti, saling mencaci, saling menindas
hingga mayat berserakan dimana-mana
dan kain kafan menjadi saksi bisu akhir pertempuran sesama saudara
mereka membeku, terbisu
menjadi abu
sedangkan arang tetaplah arang
mengklaim menang
tetapi harus terluka dan menderita



Apalah arti kata merdeka jika airmata masih menggenangi?
disetiap sudut negeri
membungkam tawa para pejuang hidup
yang kini redup
karena keserakahan segelintir oknum
mereka tertawa, sedangkan yang lainnya merana


Apalah arti kata merdeka jika ambisi memimpin jadi tujuan?
bukan untuk berdedikasi demi negeri impian
hanya merusak tatanan demokrasi
dengan tidak legawa dan cenderung menyalahkan
padahal seharusnya intropeksi diri


2014

Minggu, 27 Juli 2014

PUISI : RINDU AKAN MENJADI SATU (DIAKHIR RAMADHAN)

Oleh : Agit (Agus Giantoro)

Bulan agung berpamitan
kepada insan yang beriman
insan yang taat pada kodratNya
insan yang mampu menahan hawa nafsu dunia
rasa kehilangan pun menyambut insan
dan rindu akan menjadi satu dalam takbir malam
dan sajadah menjadi saksi bisu insan
yang sebulan penuh telah menjalankan kewajiban
kemenangan insan kini tercapai
dan pasti setiap insan yang beriman akan mencoba menggapai
dengan zakat sebagai syarat diakhir Ramadhan
dengan saling mengikat tali silaturahim dan saling bermaaf-maafan

2014

Rabu, 23 Juli 2014

PUISI : ANTARA AKU DAN MALAM INI (TERCIPTALAH HARMONI)

Oleh : Agit (Agus Giantoro)
Aku berkencan dengan malam
hanya untuk sekedar menghapus lara
ku cumbui malam
ku lampiaskan dengan penuh gelora
hanya untuk sekedar tersenyum pada sepi, sendiri
langit nampak merestui
awan pun membantu suasana hati
dan angin sebagai penyejuknya kini
hingga terciptalah harmoni
antara aku dan malam ini

Pangandaran, 23 Juli 2014

Senin, 21 Juli 2014

PUISI : TERTAWA DENGAT SUNGUT (LELAKI CIUT)

Oleh : Agit (Agus Giantoro)

Aroma segelas kopi tercium
disalah satu meja lelaki
yang gagah
namun nyalinya mati
dia terus menggoda kami
dengan rokok yang tersulut
dia tertawa dengan sungut
namun kami tetap teguh
untuk tetap menjalankan saum

Sidareja, Cilacap, 19 Juli 2014

PUISI : TENTANG MATAMU

Oleh : Agit (Agus Giantoro)

Aku resah melihat matamu
pandanganmu kabur
dan aku pun berhenti untuk menyapamu
karena takut akan lidah judesmu
Tidak ada yang tahu pasti
tentang matamu itu
kecuali aku, Tuhan dan kau sendiri

Celoteh si bocah tak kau pedulikan
karena kau terus saja terpaku
memikirkan sekelumit keegoisanmu
aku pun kini terdiam


Pangandaran, 2014

Selasa, 01 Juli 2014

PUISI : AKU GAGAL MENJADI IMAM YANG BAIK (PENGAKUANKU)

Oleh : Agit (Agus Giantoro)

Ini pengakuanku Ya Tuhan :
Ya Tuhan, Aku telah gagal menjadi imam yang baik untuk mereka
izinkanlah hambaMu ini tuk bersimpuh memohon ampun padaMu
atas segala kesalahan dan kekhilafanku
Ya Tuhan, Aku telah gagal menjadi imam yang baik untuk mereka
Kuatkan mereka ya Tuhan atas dosa hamba
Ya Tuhan, Aku telah gagal menjadi imam yang baik untuk mereka
Berikanlah hambaMu ini ya Tuhan cahaya Hidayah
Ya Tuhan, Aku telah gagal menjadi imam yang baik untuk mereka
maka izinkanlah hambaMu ini untuk memperbaiki semuanya
sebelum azal menjemputku Ya Tuhan

Pangandaran, 2 Juli 2014

Senin, 19 Mei 2014

PUISI : DI PASIR YANG BERDESIR (SAMPAI NANTI AKU BERLAYAR)

Oleh : Agit (Agus Giantoro)

Tak kan pernah berhenti
sebuah pencarian sampai terhenti
dipanasnya surya yang menyengat tubuh kurus ini
didinginnya malam tanpa selimut yang membekukan tubuh lusuh ini
aku terus melangkah walau harus tertatih
mengarungi samudera kehidupan yang deras
yang sempat membuatku terhempas
oleh perihnya garam di samudera
oleh pahitnya tinta hitam di samudera
kini aku berlabuh untuk bersandar
di pasir yang berdesir
untuk menelan semua getir
sampai nanti aku harus kembali berlayar
mengarungi samudera kembali
untuk tetap bernafas dan berlari

Pangandaran, 19 Mei 2014

Kamis, 15 Mei 2014

PUISI : GERANULISPANKAUNGKAP (Gerakan penulis lokal Pangandaran mengungkap)

Gerakan penulis lokal Pangandaran mengungkap (Geranulispankaungkap)
bukan hanya gerakan pencari citra semata
seperti orang berseragam yang duduk di singgasana
tapi adalah sebuah kepedulian
yang terukir dalam aksi kemanusiaan
dan ini adalah sebuah kejengahan kaum tertindas
yang diinjak secara beringas
oleh keserakahan manusia bertopeng yang berwajah manis
tapi dibelakang wajah manis mereka sadis
padahal mereka mentertawakan kebodohan mereka sendiri
seperti iblis yang menari

Ini sebuah pesan juga
pada mereka yang berjalan di atas bara
dibutakan iming-iming pulus
dengan berbagai modus
mereka menjalani aksi dengan mulus
itulah akal bulus

Ingat semua ini ada akhirnya
suatu saat semua binasa
dengan pertanggungjawaban masing-masing insan
tidak ada pengecualian

Karawang, 2014

Selasa, 13 Mei 2014

PUISI : MENINGGALKAN CERITA LAMARAN, KARAWANG

Oleh : Agit (Agus Giantoro)

Alasan yang pasti tuk kembali
mengakhiri cerita di jalanan Lamaran
karena ini bukan dunia yang ingin ku tulis
jadi lepaskan genggamanmu karena hanya membuatku terluka
barisan puisi ini menjadi saksi
saat kalian tancapkan tangis
hingga membuat asaku terkikis
dan senyum ini habis

Kalian hanya setan yang menjelma sebagai kawan
hingga ku terbuai fana tanpa makna
dan hanya saat butuh kalian peduli
selebihnya aku akan terbuang kembali


Lamaran kini hanya tinggal cerita yang ku tinggalkan
bersama memori krisis pemuda di sana
tapi walau aku harus terluka
aku akan tetap berpena

 
Karawang, 2014

Senin, 21 April 2014

PUISI : ADA YANG PERGI

Ada yang pergi
meninggalkan cerita ini
dan aku yang memang masih bertahan
hanya menyaksikan Sahabat yang mengakhiri pertandingan


Ada yang pergi
tanpa pesan apapun di sini
seolah dia (sahabat) menghilang
dan terbang
tak kembali


Ada yang pergi
namun cerita belum berakhir sampai di sini
karena waktu terus berputar
dan aku masih di Karawang untuk mencoba tegar


Karawang, 21 April 2014

Senin, 14 April 2014

PUISI : MENCOBA MELANGKAH MESKI LELAH

Langkahku di sini
mencoba berarti
bersama segumpal asa
menggores kisah dan tinggalkan cinta
tapi bukan untuk pergi
karena ku pasti kembali
bersama mimpiku ini



Ku terus lanjutkan langkahku
menghapus tangis yang lalu
mengukir senyum untukmu
meski harus ku akui lelah sudah aku


Karawang, 15 April 2014

Senin, 07 April 2014

PUISI : GORESAN LARA

Ku tinggalkan cerita lalu
menghapus jejak-jejak yang penuh luka
ku balutnya dengan senyum
meski di sisi lain ku menangis namun ku coba untuk tetap tegar

Dan di sini ku mulai berdiri dengan asa yang baru
mencoba melupakan mimpi yang terbunuh
dengan pena yang melaju
ku ungkapkan pada dunia yang terus berpacu

Tawa yang tercipta
telah hilang bersama peluh saat itu
menjadi kenangan kelabu
dan kini menjadi sebuah goresan lara

Pangandaran, 7 April 2014

Minggu, 30 Maret 2014

PUISI : HANYA SANG BIDADARI KECIL (SENYUMKU HANYA ILUSI)

Inikah perihnya hidup yang harus ku jalani
di waktu yang terus bergulir
aku pun kini terpaku di satu sisi
mencoba berarti, walau tersisih
dan penaku terus mengalir
mengikuti aliran darah
bersama kertas yang dipenuhi air mata
meratapi setiap kisah

Senyumku hanya ilusi
karena di setiap sudutnya ada tangisan
hingga luka ini mulai menganga
tawaku pun mulai sirna

Hanya sang bidadari kecil yang selalu menghiburku
dengan gelak tawanya membunuh secara perlahan tangisku
ya hanya sang bidadari kecil yang sanggup membuatku berdiri
untuk menggapapai mimpi tiada henti

Pangandaran, 31 Maret 2014

Minggu, 16 Maret 2014

PUISI : ADAKAH YANG SALAH DENGAN ORANG SAKIT?

Adakah yang salah dengan orang sakit?
yang memang harus tereleminasi dari mimpi
dan kini harus tersudut oleh sebuah pilihan
sungguh dilematis,
aku harus menghapus kembali senyumku
di saat aku mampu menghapus air mataku
di saat aku berdiri dari tidurku
Adakah yang salah dengan orang sakit?
hingga harus tereleminasi dari mimpi
semua ini sungguh menyudutkanku
Tuhan aku tak sanggup menanggung derita terlalu lama
semua ini sungguh membuatku tak berdaya
Tuhan.....

Pangandaran, 17 Maret 2014
www.fansshare.com
Caringin Catering
Menerima pesanan catering untuk hajatan, ultah & lain-lain
Alamat : Jalan Pengadilan Lama No. 30 Pantai Timur Pangandaran (Depan SDN 6 Pangandaran)
Telp/SMS : 0265 - 630 480, 0857 9303 0206, 0821 1894 3556

*Khusus untuk travel menyajikan paket hemat 3x makan Rp. 50.000 / orang. Breakfast makan Khas Sunda & Dinner makan Seafood.

Translate