LIKE US
Sabtu, 31 Mei 2014
Sampai Tak Ada Lagi Nafas (Bersama Pena)
Selasa, 27 Mei 2014
Senin, 19 Mei 2014
PUISI : DI PASIR YANG BERDESIR (SAMPAI NANTI AKU BERLAYAR)
Oleh : Agit (Agus Giantoro)
Tak kan pernah berhenti
sebuah pencarian sampai terhenti
dipanasnya surya yang menyengat tubuh kurus ini
didinginnya malam tanpa selimut yang membekukan tubuh lusuh ini
aku terus melangkah walau harus tertatih
mengarungi samudera kehidupan yang deras
yang sempat membuatku terhempas
oleh perihnya garam di samudera
oleh pahitnya tinta hitam di samudera
kini aku berlabuh untuk bersandar
di pasir yang berdesir
untuk menelan semua getir
sampai nanti aku harus kembali berlayar
mengarungi samudera kembali
untuk tetap bernafas dan berlari
Pangandaran, 19 Mei 2014
sebuah pencarian sampai terhenti
dipanasnya surya yang menyengat tubuh kurus ini
didinginnya malam tanpa selimut yang membekukan tubuh lusuh ini
aku terus melangkah walau harus tertatih
mengarungi samudera kehidupan yang deras
yang sempat membuatku terhempas
oleh perihnya garam di samudera
oleh pahitnya tinta hitam di samudera
kini aku berlabuh untuk bersandar
di pasir yang berdesir
untuk menelan semua getir
sampai nanti aku harus kembali berlayar
mengarungi samudera kembali
untuk tetap bernafas dan berlari
Pangandaran, 19 Mei 2014
Kamis, 15 Mei 2014
PUISI : GERANULISPANKAUNGKAP (Gerakan penulis lokal Pangandaran mengungkap)
Gerakan penulis lokal Pangandaran mengungkap (Geranulispankaungkap)
bukan hanya gerakan pencari citra semata
seperti orang berseragam yang duduk di singgasana
tapi adalah sebuah kepedulian
yang terukir dalam aksi kemanusiaan
dan ini adalah sebuah kejengahan kaum tertindas
yang diinjak secara beringas
oleh keserakahan manusia bertopeng yang berwajah manis
tapi dibelakang wajah manis mereka sadis
padahal mereka mentertawakan kebodohan mereka sendiri
seperti iblis yang menari
Ini sebuah pesan juga
pada mereka yang berjalan di atas bara
dibutakan iming-iming pulus
dengan berbagai modus
mereka menjalani aksi dengan mulus
itulah akal bulus
Ingat semua ini ada akhirnya
suatu saat semua binasa
dengan pertanggungjawaban masing-masing insan
tidak ada pengecualian
Karawang, 2014
bukan hanya gerakan pencari citra semata
seperti orang berseragam yang duduk di singgasana
tapi adalah sebuah kepedulian
yang terukir dalam aksi kemanusiaan
dan ini adalah sebuah kejengahan kaum tertindas
yang diinjak secara beringas
oleh keserakahan manusia bertopeng yang berwajah manis
tapi dibelakang wajah manis mereka sadis
padahal mereka mentertawakan kebodohan mereka sendiri
seperti iblis yang menari
Ini sebuah pesan juga
pada mereka yang berjalan di atas bara
dibutakan iming-iming pulus
dengan berbagai modus
mereka menjalani aksi dengan mulus
itulah akal bulus
Ingat semua ini ada akhirnya
suatu saat semua binasa
dengan pertanggungjawaban masing-masing insan
tidak ada pengecualian
Karawang, 2014
Selasa, 13 Mei 2014
PUISI : MENINGGALKAN CERITA LAMARAN, KARAWANG
Oleh : Agit (Agus Giantoro)
Alasan yang pasti tuk kembali
mengakhiri cerita di jalanan Lamaran
karena ini bukan dunia yang ingin ku tulis
jadi lepaskan genggamanmu karena hanya membuatku terluka
barisan puisi ini menjadi saksi
saat kalian tancapkan tangis
hingga membuat asaku terkikis
dan senyum ini habis
Alasan yang pasti tuk kembali
mengakhiri cerita di jalanan Lamaran
karena ini bukan dunia yang ingin ku tulis
jadi lepaskan genggamanmu karena hanya membuatku terluka
barisan puisi ini menjadi saksi
saat kalian tancapkan tangis
hingga membuat asaku terkikis
dan senyum ini habis
Kalian hanya setan yang menjelma sebagai kawan
hingga ku terbuai fana tanpa makna
dan hanya saat butuh kalian peduli
selebihnya aku akan terbuang kembali
Lamaran kini hanya tinggal cerita yang ku tinggalkan
bersama memori krisis pemuda di sana
tapi walau aku harus terluka
aku akan tetap berpena
Karawang, 2014
hingga ku terbuai fana tanpa makna
dan hanya saat butuh kalian peduli
selebihnya aku akan terbuang kembali
Lamaran kini hanya tinggal cerita yang ku tinggalkan
bersama memori krisis pemuda di sana
tapi walau aku harus terluka
aku akan tetap berpena
Karawang, 2014
Minggu, 11 Mei 2014
Jumat, 09 Mei 2014
Langganan:
Postingan (Atom)
Menerima pesanan catering untuk hajatan, ultah & lain-lain
Alamat : Jalan Pengadilan Lama No. 30 Pantai Timur Pangandaran (Depan SDN 6 Pangandaran)
Telp/SMS : 0265 - 630 480, 0857 9303 0206, 0821 1894 3556
*Khusus untuk travel menyajikan paket hemat 3x makan Rp. 50.000 / orang. Breakfast makan Khas Sunda & Dinner makan Seafood.







