LIKE US

Kamis, 29 November 2012

PUISI : SEKILAS TENTANG AKU DAN HUJAN DI PERSIMPANGAN JALAN

Hujan tiba-tiba turun di persimpangan jalan,
ku berlabuh sementara di tepi garasi sekolahan.
Mendaratkan roda duaku yang tampak basah,
dan peluhku di sudut bangunan di Kalipucang.

Ku rebahkan lelah sembari bertandang,
dengan mencoba bertanding dengan kegundahanku.
Mencoba terbitkan senyumku yang kusam,
penuh dengan berjuta kisah muramku.

Sejenak ku bercerita dengan sedikit membawa misi dan visi,
bersama lelaki yang bertitel Ustadz di Pesantren yang konon milik Dahlan Iskan.
Dan Ku teguk demi teguk sedikit dingin,
dari basahnya sekilas hujan di persimpangan jalan.
Kalipucang, 30 November 2012

Kehilanganmu, Menyayangimu

Rabu, 28 November 2012

PUISI : MAAF (KU MEMBISU)


Tak ada satu kata pun keluar dari mulutku
aku hanya diam dalam kebisuanku
itulah aku bisu
ya panggilah dengan hati kecilmu
bahwa aku seorang yang bisu
tapi bukan berarti
aku tak bisa berkata padamu
aku juga bisa berkata
mungkin hanya satu kata
yang bisa terucap dari hatiku
yaitu "Maaf ku membisu"

Pangandaran, 2004

Sabtu, 24 November 2012

PUISI : TERPAKU

Hujan terus saja turun di langit Pangandaran,
seolah tak lelah menggempur debu di jalanan seharian.
Dengan gagahnya melebur semua yang berlarian,
dan aku pun hanya bisa terpaku diperaduan.

Pangandaran, 24 November 2012

Jumat, 23 November 2012

PUISI : SENANDUNG PENGHAPUS GERSANG (DI LANGIT PANGANDARAN


Masih tentang hujan yang berdendang,
di langit Pangandaran yang tanpa bintang.
Awan hitam sebagai pengiring senandung penghapus gersang,
seolah tak memberi izin pada rembulan untuk menari riang.

Masih tentang hujan yang berdendang,

di langit Pangandaran yang memang tanpa bintang.
Awan hitam sebagai pengiring senandung penghapus gersang,
seolah sengaja meleburkan malam dalam kedinginan.

Masih tentang hujan yang berdendang,

di langit Pangandaran yang kelabu.
Awan hitam sebagai pengiring senandung penghapus gersang,
seolah sengaja menyapu debu dalam gulita langit yang biru.


Pangandaran, 23 November 2012

PUISI : AKU, KAU DAN DIA SUARAKAN TENTANG MALAM ITU

(Memory Tahun Baru 2007 bersama Arif, dan Evi)
 
Waktu itu tidak jauh
dari pukul dua belas malam
angin mendung dan ombak lautan
menjadi saksi bisu
ketika kembang api berpijar bergantian

Aku, kau dan dia
suarakan tentang malam itu
tentang usia bumi yang bertambah satu
tentang kita yang terdiam akan ketakjuban
warna-warni kembang api
walau langit mendung

Sungguh tak terasa
2006 telah berlalu
kita menyambut 2007
membuka lembaran baru
kita ucapkan
dan saling berjabat tangan
"Met tahun baru semoga sukses"
 
Pangandaran, 2006-2007

PUISI : UNTUKMU (DOA)

Ku tulis di selembar kertas untukmu
saat mentari hilang ditelan malam
rembulan dan bintang pun
menjadi pengganti pijarnya mentari

Dedaunan kering
jatuh dari pohon yang rindang
dan rumput-rumput yang tidur
dikala malam menjelang

Tak terasa dirimu telah menginjak usia

yang kini bertambah satu
bukan bingkisan dan pujian
yang akan ku berikan untukmu
tapi adalah doa
agar dirimu bisa menggapai asa
Pangandaran, 2008

Surya Menari, Pasca Hujan Berdendang

PUISI : YANG TERPENDAM 2

Tak tahu sampai kapan
ku terlarut dengan kerinduanku?
di malam yang menjadi saksi
cintaku perlahan tumbuh
dengan hati yang penuh harap
berharap kau tahu tentang rasa ini
meskipun ku tahu
kau akan pergi tinggalkan semua kenangan

Tahukah kau?
kepergianmu membuatku merindu
merindukan semua tentangmu
dan ku sadar rasa kehilangan ini
adalah cinta yang terpendam
yang tumbuh secara dalam
 
Pangandaran, 2008

Kamis, 22 November 2012

PUISI : KU GORES DEMI SATU CITA (PUISI UNTUK NOFIA)

Hanya satu senyum simpul yang mungkin kan bermakna
merobek bias dalam gelapnya asa

merajut mimpi dalam arah yang mungkin kan melangkah
untuk buah hati di sana walau ku kan lelah

Tak tahu sampai kapan?

ku hanya bisa tengadah dan berupaya
meski semu dalam genggaman fana penuh fatamorgana
ku tetap mencoba memberinya cinta
Mungkin sampai waktu binasa
atau sampai tiada nafas lagi ditubuhku yang nista

Nofia mungkin hanya puisi ini yang mungkin tak bermakna

kan usang di makan usia
ku gores demi satu cita
cita yang bahagia.

Pangandaran, 22 November 2012

PUISI : HUJAN BERDENDANG LAGI (DI LANGIT PANGANDARAN)

Surya tak terlihat lagi
di kaki awan yang hitam menyelimuti
nampak hujan berdendang lagi
di langit Pangandaran yang mulai menyepi

Malam pun mulai menyambut dengan pekatnya

masih dengan hujan yang berdendang lagi
dingin pun kini mulai menyapa
dari lembutnya angin kecil yang menari

Nampak para petualang menepi

berlindung di satu atap sembari menanti
dengan peluh tadi pagi
berharap sang hujan berhenti berdendang lagi
 
Pangandaran, 22 November 2012

Prasasti Hati

PUISI : JANGAN KAU TANAM BENIH MENDUA


Fokuskan hatimu hanya pada satu cinta
karena kesungguhan hati
akan membuat cintamu abadi
hingga mati,
jangan kau tanam benih mendua
karena bakal ada yang terluka
bahkan bisa menghancurkan
dirimu sendiri,
bubuhi dengan kejujuran
niscaya tak kan ada pengkhianatan
karena Tuhan benci
jika AnugerahNya dinodai yaitu "CINTA."
 
(Pangandaran, 2007)

Rabu, 21 November 2012

PUISI : LANGIT YANG TERUS SAJA (HUJAN)

Hari ini hujan tak henti-hentinya turun di langit Pangandaran, seolah-olah belum puas memuntahkan seluruh amunisi air dari langit yang hitam.
Sebagian aktivitas pun seperti nampak lumpuh,
akibat bumi yang basah karena langit yang terus saja menggempur peluh.

Dan hujan memang seolah belum puas memuntahkan amunisi air dari langit yang gelap,

semua nampak gagap.
Seolah melumpuhkan aktivitas manusia,
yang di selingi syukur dan kufur fana.

Hujan memang belum puas memuntahkan amunisi air dari langit yang pekat,

meleburkan segala daya dan ambisi para penyekat.
Dari yang sekedar mencari nafkah,
dan sekedar merebahkan kesah.
 
Pangandaran, 21-22 November 2012

PUISI : LIDAH DAN MATA (W) PARA LELAKI

Oleh : Agit (Agus Giantoro)

Antara sate ayam dan paha (w)
perpaduan unik menggugah selera
meresap di lidah penuh gelora
di musim hujan saat senja.

Di selingi canda tawa para lelaki
di salah satu sudut kursi
dengan nikmatnya lidah dan mata
melebur bersama fana

Lelah yang meronta
seakan tak menjelma
para lelaki dengan nikmatnya
menyantap dengan lidah dan mata (w)

Pangandaran, 21 November 2012

PUISI : YANG TERPENDAM




 
Aku berdiri dikala surya tenggelam
jauh di sini mengharapkan dirimu
mengingat terlalu indah kisah semalam
saat matamu tajam menatapku

Bila aku bisa mengembalikan waktu
saat kau ada disampingku
ku ucap kata yang mungkin kau tak tahu
ciptakan cerita cinta hanya denganmu

Namun waktu telah berlalu
terlalu cepat meninggalkanku
hingga tercipta rinduku
dan cinta yang selama ini tumbuh
YANG TERPENDAM dihatiku
yang tak kan pernah kau tahu
 
Pangandaran, 2007

Aku Hanya Debu Di Jalanan

Senin, 19 November 2012

PUISI : TENTANGMU SEPINTAS (ARIEL "NOAH")


Oleh : Agit (Agus Giantoro)

Tentangmu yang menginspirasi
menjadikan motivasi
untuk tetap berpena
walau kan terlupakan karena usang
melebur bersama waktu yang kan moksa

Tentangmu yang terus berkarya
walau aral menghujatmu terlalu dalam
yang menyudutkanmu dalam kisah kelam
tapi kau terus berkarya menunjukkan ketegaran

Tentangmu walau hanya sepintas
sekejap dalam lantunan hidupku
yang bersajak tentang dirimu
hingga tertulis namamu di dalam puisiku di dunia
 
Pangandaran, 12 Oktober 2012

Seorang Anak Nelayan Yang Bersajak

By : Catatan Hitam Putih - Agit Wong

Pasir Putih

Yang Terang

Tragedi 17 Juli 2009

Sabtu, 17 November 2012

PUISI : MEMUDAR (BEGITU SUNYI)

Ilustrasi By : Internet.
Oleh : Agit (Agus Giantoro)

Tanpa hati memudar dan sirna
dari satu senyum simpul yang sempat terbit
kini dingin dan mati bersama deraian hujan
di malam yang pekat tanpa rembulan dan bintang begitu sunyi

Pangandaran, 14 November 2012

Isyarat Perpisahan

Oleh : Agit (Agus Giantoro)

Dimalam dingin ku menyendiri
mengingat engkau yang begitu berarti
yang telah jauh tinggalkanku
ombak dimalam itu pun menjadi saksi bisu perpisahan
saat kau lambaikan tanganmu
sebagai isyarat perpisahan
dan kau ucapkan selamat tinggal
langit pun kelabu
dan rembulan tak tampakkan sinarnya
begitu juga bintang

Aku dan dirimu
mungkin tak pernah tahu
kapan kita bisa bersua
tapi aku berharap
semoga Tuhan
masih mengizinkan kita untuk bersua
walau hanya dalam mimpiku saja
walau hanya dalam lamunanku saja

Pangandaran, 2007


www.fansshare.com
Caringin Catering
Menerima pesanan catering untuk hajatan, ultah & lain-lain
Alamat : Jalan Pengadilan Lama No. 30 Pantai Timur Pangandaran (Depan SDN 6 Pangandaran)
Telp/SMS : 0265 - 630 480, 0857 9303 0206, 0821 1894 3556

*Khusus untuk travel menyajikan paket hemat 3x makan Rp. 50.000 / orang. Breakfast makan Khas Sunda & Dinner makan Seafood.

Translate