Hujan
tiba-tiba turun di persimpangan jalan,
ku berlabuh sementara di tepi garasi sekolahan.
Kalipucang, 30 November 2012
ku berlabuh sementara di tepi garasi sekolahan.
Mendaratkan roda duaku yang tampak basah,
dan peluhku di sudut bangunan di Kalipucang.
Ku rebahkan lelah sembari bertandang,
dengan mencoba bertanding dengan kegundahanku.
Mencoba terbitkan senyumku yang kusam,
penuh dengan berjuta kisah muramku.
Sejenak ku bercerita dengan sedikit membawa misi dan visi,
bersama lelaki yang bertitel Ustadz di Pesantren yang konon milik Dahlan Iskan.
Dan Ku teguk demi teguk sedikit dingin,
dari basahnya sekilas hujan di persimpangan jalan.
dan peluhku di sudut bangunan di Kalipucang.
Ku rebahkan lelah sembari bertandang,
dengan mencoba bertanding dengan kegundahanku.
Mencoba terbitkan senyumku yang kusam,
penuh dengan berjuta kisah muramku.
Sejenak ku bercerita dengan sedikit membawa misi dan visi,
bersama lelaki yang bertitel Ustadz di Pesantren yang konon milik Dahlan Iskan.
Dan Ku teguk demi teguk sedikit dingin,
dari basahnya sekilas hujan di persimpangan jalan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar