LIKE US

Minggu, 28 April 2013

PUISI : AKU SIRNA (DARI SELEMBAR SURAT KABAR)

Oleh : Agit (Agus Giantoro)


Selama ini,

aku memang tidak mendapatkan apa-apa
aku malah menjadi seonggok daging pendosa
dari selembar surat kabar yang menjadi mandat fana


Bersama sang angin aku merintih dan menangis

dengan hati yang lirih
dan debu di jalanan sebagai pelengkap luruhku
aku pun sirna dan mungkin tak kan kembali menderu

 Pangandaran, 28 April 2013

Sabtu, 27 April 2013

PUISI : DI MUSIM KALI INI (AKU MATI)

Di musim kali ini aku mati
tapi bukan karena mati membunuh diriku sendiri
tapi karena pasir ini telah menjadi debu
tertiup badai dan tersapu gelombang

Di musim kali ini aku benar-benar telah pergi
dari satu mimpi yang kosong
dan aku melompong
seolah menjadi seorang yang bodoh



Ini memang secarik tangisan
dari relung hati
aku memang tidak mendapatkan apa-apa
selain sakit, sakit dan sakit
dan mati

Mega pun sepertinya mengejekku
dan surya mentertawakanku

Dan di sini aku pun hanya melamun
dan melamun

Lamunan yang tertuju pada kesakitan
yang merobek peluhku
yang memang bercucuran sia-sia

Akhirnya inilah akhir dari awal
dan ku lelah untuk memulainya kembali
ku biarkan berlalu
karena aku hanyalah butiran pasir yang kelabu


Bulak Setra, 27 April 2013

PUISI : AKU BUTIRAN PASIR

Aku hanyalah butiran pasir
yang terombang-ambing gelombang kehidupan
dan aku mulai menghilang tertiup badai penderitaan
berjalan tanpa arah, tanpa mata

Aku hanyalah butiran pasir
dan mati mulai membawaku ke dalam kehancuran
surya pun tak mampu memelukku sore ini
hanya mega mendung yang selalu mengiringi

Aku butiran pasir.......

Bulak Setra, 27 April 2013

PUISI : ANDAI SEMUA TAK TERJADI

Andai waktu kembali
tanpa harus berlari
aku akan bermimpi
mengejar mentari
aku akan menit
setiap detik dan ku obati
semua nista dan benci

Andai semua tak terjadi
mungkin kau tak ku nanti
kau tak kan ku cari
kau tak kan termiliki

Andai aku tak seperti ini
mungkin tak kan begini
mungkin kau berseri
mungkin dia bernyanyi

Pangandaran, 16 April 2013

PUISI PENDEK : BATAS PENA

Oleh : Agit Wong (Agus Giantoro)

Lamunanku hanya tertuju pada satu waktu
menerawang gelap dari sorot bias wajahmu
ini bukan sajak cinta tapi ungkapan semua
tentang kita dalam batas pena

Pangandaran, 14 April 2013

Jumat, 12 April 2013

PUISI : MUSIM DALAM LELAHKU

Musim dalam lelahku
menurunkan hujan yang masih bertahta
basah membasuh bebanku yang membuat rapuh senyumku
nampak angin dengan gagahnya
dan petir menggigilkan langkah yang mulai sirna
entah sampai kapan akan bertahan?
hanya Tuhan Yang Maha Tahu Segalanaya.

Pangandaran, 11 April 2013

Sabtu, 06 April 2013

PUISI : SENANDUNG AKHIR PUISI (To: AR)

Ini aku dalam pena
mereka-reka gejolak jiwa
dalam hati yang kumuh
mencoba berdiri walau rapuh

Tetap dengan hati yang rapuh
mencoba ungkapkan senyum
walau terjatuh
dan tersungkur jauh

Masih dengan hati yang letih
mencoba berdiri
mencoba ungkapkan senyum
senyumku untukmu
untuknya, untuk Tuhan

Pangandaran, 2004

PUISI : BIAS YANG MENGHILANG

Ku biarkan mendung meredupkanku
dalam kehidupan yang semakin kelabu
ku biarkan surya pergi meninggalkanku
dalam kehidupan dingin yang membekukanku

Aku memang menghilang
dalam bayang-bayang kelam

Miris, memang
dan kesedihan mulai bersarang
ketika ku melihat senyummu
ketika ku melihat tawamu

Aku kini menghitam
dalam bias yang menghilang

Pangandaran, 6 April 2013

Jumat, 05 April 2013

PUISI : OLEH KATA MANIS PERBINCANGAN

Aku dikecewakan
oleh kata manis perbincangan
tak ada rupa,
tak ada sua.

Aku dikecewakan
oleh kata manis perbincangan
tak ada langkah,
tak ada kisah.

Aku terbisu
di sudut kekecawaan dan mulai membeku
di balik senyum aku marah,
di balik tawa pun demikian marah.

Pangandaran, 5 April 2013
www.fansshare.com
Caringin Catering
Menerima pesanan catering untuk hajatan, ultah & lain-lain
Alamat : Jalan Pengadilan Lama No. 30 Pantai Timur Pangandaran (Depan SDN 6 Pangandaran)
Telp/SMS : 0265 - 630 480, 0857 9303 0206, 0821 1894 3556

*Khusus untuk travel menyajikan paket hemat 3x makan Rp. 50.000 / orang. Breakfast makan Khas Sunda & Dinner makan Seafood.

Translate