Ini hanyalah bagian kisah rakyat jelata,
tentang aku yang berdarah-darah hingga sirna.
Hanya untuk menyambung nyawa,
sedangkan para penguasa begitu mudahnya kaya.
tentang aku yang berdarah-darah hingga sirna.
Hanya untuk menyambung nyawa,
sedangkan para penguasa begitu mudahnya kaya.
Tak bisa ku bendung air mata yang mengalir deras di ganasnya fana,
dan ku hanya bisa tersenyum semu pada dunia.
Melawan derita dengan sedikit asa,
sedangkan para penguasa begitu mudahnya tertawa.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar