Ada ratapan di balik keramaian kota
menusuk kalbu dan debu
menusuk kalbu dan debu
hanya bisa diam seperti bisu
sementara mereka tertawa di balik latar derita
Para penguasa seolah buta
para peniaga seolah bungkam
para pejalan kaki pun hanya terdiam
menyaksikan keganasan fana
Ini hanya sebagian salah satu kekejaman kota
yang baru saja berkibar dan merdeka
dari sang induk di sana
memakmurkan diri namun buta
Hanya uraian waktu yang terus berlalu
menyaksikan potret kelam zaman kelabu
dan yang kaya semakin menjadi kaya
dan yang miskin semakin tak berdaya
sementara mereka tertawa di balik latar derita
Para penguasa seolah buta
para peniaga seolah bungkam
para pejalan kaki pun hanya terdiam
menyaksikan keganasan fana
Ini hanya sebagian salah satu kekejaman kota
yang baru saja berkibar dan merdeka
dari sang induk di sana
memakmurkan diri namun buta
Hanya uraian waktu yang terus berlalu
menyaksikan potret kelam zaman kelabu
dan yang kaya semakin menjadi kaya
dan yang miskin semakin tak berdaya



Tidak ada komentar:
Posting Komentar