Entah sampai kapan ku berdiri?
menelusuri waktu yang tak abadi
menahan ofensif beban yang membunuhku
hingga aku terjatuh layu
menelusuri waktu yang tak abadi
menahan ofensif beban yang membunuhku
hingga aku terjatuh layu
Seperti dedaunan yang jatuh
aku tertiup hampa penderitaanku
aku pun mulai terombang ambing angin
dan terbawa arus yang mendingin
Ini memang elegi hidupku
yang termarjinalkan waktu
menunggu keajaiban yang semu
hanya bisa tersenyum palsu
aku tertiup hampa penderitaanku
aku pun mulai terombang ambing angin
dan terbawa arus yang mendingin
Ini memang elegi hidupku
yang termarjinalkan waktu
menunggu keajaiban yang semu
hanya bisa tersenyum palsu



Tidak ada komentar:
Posting Komentar