Oleh : Agit (Agus Giantoro)
Terima kasih atas cacian yang kau lontarkan,
meski terlalu perih akan ku coba telan.
Dari senyum yang mengembang bak kisah Ariel Noah,
kisahku juga tak sempurna kadang terselip payah.
Terima kasih atas cacian yang kau lontarkan,
meski terlalu perih akan ku coba telan.
Dari senyum yang mengembang bak kisah Ariel Noah,
kisahku juga tak sempurna kadang terselip payah.
Manusia adalah tempat salah, hanya Tuhan yang sempurna telak,
ku hanya bisa mencoba untuk sesempurna mungkin, walau aku nista dimata sisi hebatmu di sana.
Silahkan terus menggali sisi hitamku,
yang jelas aku tetaplah aku, yang memiliki mimpi bukan mencari sensasi.
Senyumku bukan menunjukkan kehebatanku, tapi hanya untuk sekedar berbagi,
dan jangan paksakan pemikiran manusia yang tak pernah sama.
Manusia diciptakan untuk saling melengkapi, baik dari sisi kekurangan dan kelebihan,
yang jelas Rasul saja pernah melakukan kesalahan apalagi aku hanya manusia biasa di akhir zaman.
ku hanya bisa mencoba untuk sesempurna mungkin, walau aku nista dimata sisi hebatmu di sana.
Silahkan terus menggali sisi hitamku,
yang jelas aku tetaplah aku, yang memiliki mimpi bukan mencari sensasi.
Senyumku bukan menunjukkan kehebatanku, tapi hanya untuk sekedar berbagi,
dan jangan paksakan pemikiran manusia yang tak pernah sama.
Manusia diciptakan untuk saling melengkapi, baik dari sisi kekurangan dan kelebihan,
yang jelas Rasul saja pernah melakukan kesalahan apalagi aku hanya manusia biasa di akhir zaman.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar