Pagi di peraduan seakan terbangun oleh puisi
yang membentuk hati
dan teringat akan sebuah sepi
Ku terjang mimpi
yang membentuk hati
dan teringat akan sebuah sepi
Ku terjang mimpi
ke tempuh dingin
ku tabrak angin
dan ku berjalan melintasi peraduan sunyi
Tanpa sadar
ku berjalan
menyusuri hasrat
yang seakan terbawa dari asa
Ku terjang sepi kembali
dipagi yang nampak dingin menyelimuti
ku tabrak angin
dan ku berjalan melintasi peraduan sunyi
Tanpa sadar
ku berjalan
menyusuri hasrat
yang seakan terbawa dari asa
Ku terjang sepi kembali
dipagi yang nampak dingin menyelimuti



Tidak ada komentar:
Posting Komentar