Oleh : Agit Wong (Agus Giantoro)
Aku yang terakhir adalah bahasa perpisahan
mungkin kan menjadi arang atau intan
ini memang hanya sekedar isyarat tinta
yang mungkin kan terjawab pena
Aku yang terakhir adalah bahasa perpisahan
mungkin kan menjadi arang atau intan
ini memang hanya sekedar isyarat tinta
yang mungkin kan terjawab pena
Peluhku hanya secuil keluh
yang moksa oleh kemunafikan
elegi di siang ini memang kamisosolen dalam tanya kalut
ku hanya bisa terdiam dan menghilang
Kalbu ini menjadi kotor
dan menjadikanku molor
akan nafsi yang mencoba meraih mubarak
hingga sabili menjadi mati karena terhentak
Kini aku terpatri waktu
yang mulai membunuhku
dan aku pun terbaring dalam moksa
dan mulai menista
yang moksa oleh kemunafikan
elegi di siang ini memang kamisosolen dalam tanya kalut
ku hanya bisa terdiam dan menghilang
Kalbu ini menjadi kotor
dan menjadikanku molor
akan nafsi yang mencoba meraih mubarak
hingga sabili menjadi mati karena terhentak
Kini aku terpatri waktu
yang mulai membunuhku
dan aku pun terbaring dalam moksa
dan mulai menista



Tidak ada komentar:
Posting Komentar